Waspada Futur, Penyakit Kendurnya Iman

 Waspada Futur, Penyakit Kendurnya Iman

Kitapastibisa.id – Waspada Futur, Penyakit Kendurnya Iman – 99.co

Waspada Futur, Penyakit Kendurnya Iman – Abu al-Hajjâj Mujâhid bin Jabr al-Makki (wafat tahun 104 H), salah seorang tabi’in mengatakan,

“Iman itu adalah perkataan dan perbuatan, bertambah dan berkurang.”

Layaknya semangat, iman pun dapat bertambah dan berkurang. Acap kali, kita merasa sangat lelah untuk melakukan ibadah. Malas menyelimuti hati kita sehingga tidak ada lagi rasa nikmat dalam amalan shaleh. Hal itu disebut dengan futur.

Futur adalah perasaan dan kondisi seseorang muslim malas, enggan, dan lalai dalam melakukan amal ibadah. Perasaan itu menghantui siapa saja. Termasuk seseorang yang dahulu merupakan ahli ibadah.

Beberapa ciri seseorang yang terjangkit penyakit futur antara lain hilangnya rasa ikhlas dalam beribadah, menyendiri dari orang-orang shaleh, dan cepat marah. Lantas, apakah itu normal?

Baca Juga: Kiat Dalam Menahan Amarah Ala Islam

Wajarkah Futur?

Futur atau Kendurnya Iman dapat menyerang siapa saja. Bahkan, hal tersebut adalah hal yang wajar. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun menyebutkan bahwa setiap orang ada masa di mana ia malas. Namun jangan sampai malas itu terlalu lama. Nabi bersabda,

Baca Juga  Melihat Kepribadian Muslim dari Cara Ia Berbicara

“Akan tetapi aku tidur dan aku shalat malam. Aku pun puasa, namun ada waktu bagiku untuk tidak berpuasa. Siapa yang mencontohiku, maka ia termasuk golonganku. Siapa yang benci terhadap ajaranku, maka ia bukan termasuk golonganku. Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad 5: 409).

Hadis tersebut menjelaskan bahwa futur muncul akibat melakukan sesuatu secara berlebihan. Tak terkecuali ibadah. Nabi mengajarkan umatnya untuk melakukan ibadah sesuai dengan kapasitasnya lantaran futur adalah penyakit yang berbahaya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa.” (HR. Ahmad 2: 188. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, demikian kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Baca Juga  Mustajabnya Doa Orang Tua Pada Anaknya

Meski malas dalam beribadah adalah hal yang wajar, tidak kemudian hal itu dapat disepelekan. Jika berlarut-larut, maka sesuai dengan sabda Nabi, seseorang akan binasa. Maksudnya adalah terjerembab dalam lembah kemaksiatan.

Artikel Terkait