Wanita Suku Himba, Menjadi Primadona Se-Afrika

 Wanita Suku Himba, Menjadi Primadona Se-Afrika

Kitapastibisa.id – Wanita Suku Himba, Menjadi Primadona Se-Afrika – Tribun

Wanita Suku Himba, Walau Tidak Pernah Mandi Menjadi Primadona Se-Afrika – Di Afrika ada Suku Himba atau yang juga dikenal dengan nama “suku merah”. Mereka adalah suku asli dari Namibia utara, populasi suku Himba berjumlah sekitar 50 ribu. Mengenai para wanitanya ini dinobatkan menjadi yang paling cantik di benua Afrika ketimbang wanita dari suku lain.

Suku ini dikenal dengan penduduknya yang tidak pernah mandi dengan air. Hal ini karena lingkungan tempat tinggal mereka menjadi tempat paling ekstrim di bumi dengan iklim gurun yang membuat wilayah tersebut mengalami kekurangan air.

Banyak suku serta kehidupan sosialnya di Afrika yang unik membuat banyak orang tertarik datang ke sana. Belum lagi masalah pesona alam, flora, dan faunanya yang tidak ada tandingannya. Wajar kalau sampai saat ini benua hitam ini selalu jadi primadona.

Baca Juga: Misteri dari Fenomena Terjadinya DeJa Vu

Cara Wanita Suku Himba Merawat Diri

Wanita Suku Himba, Menjadi Primadona Se-Afrika
Kitapastibisa.id – Wanita Suku Himba, Menjadi Primadona Se-Afrika – Kumparan

Wanita dari Suku Himba memiliki kegiatan merawat diri yang unik. Perawatan yang bertujuan untuk menjaga diri mereka agar tetap cantik itu dilakukan dengan memanfaatkan tanah liat merah.

Baca Juga  Kenapa Islam Melarang Umatnya Menganggur?

Dengan Melumuri diri mereka dengan campuran pasta mentega, lemak, tanah liat, dan oker merah yang disebut sebagai Otjize. Untuk mendapatkan aroma yang menyegarkan, tak jarang Otjize juga dicampur dengan tanaman lokal. Otjize diyakini mampu melembabkan kulit, rambut, sekaligus memberikan perlindungan pada sengatan matahari maupun serangga. Dengan menggunakan Otjize, mereka meyakini bahwa tubuh mereka akan menjadi lebih bersih tanpa harus mandi.

Rambut gimbal dan kulit merah ini menjadi standar kecantikannya.  Mereka memilih warna merah karena adanya sebuah kepercayaan yang mengatakan bahwa warna merah adalah simbol dari Bumi dan darah. Untuk mempertahankan gaya rambut seperti ini, wanita Himba menghabiskan waktu berjam-jam dalam sehari.

Bagi wanita Suku Himba yang belum menikah, mereka akan membagi kepangan rambutnya menjadi dua. Sedangkan untuk wanita yang telah menikah, akan membagi kepangan rambutnya dalam jumlah banyak. Begitu menginjak masa pubertas, mereka biasanya akan mengenakan aksesoris berupa ‘mahkota’ yang dikenal dengan nama Erembe. Erembe adalah aksesoris rambut yang terbuat dari kulit sapi atau kambing yang dibentuk dan dikeringkan.

Baca Juga  Kebun Roti Berbagi Cemilan Sehat untuk Tubuh

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *