Umat Muslim dalam Pusaran Riya di Era Modern

 Umat Muslim dalam Pusaran Riya di Era Modern

Kitapastibisa.id – Umat Muslim dalam Pusaran Riya di Era Modern – Pikiranrakyat

Umat Muslim dalam Pusaran Riya di Era Modern – Teknologi boleh saja maju. Namun seiring dengan pesatnya modernisasi, manusia perlu bersegera dalam beradaptasi. Tak terkecuali umat muslim. Layaknya pedang bermata dua, teknologi tidak hanya membawa kemudahan bagi manusia. Sebaliknya, jika tidak hati-hati, perangkat canggih itu dapat menjerumuskan manusia.

Salah satu fitnah yang sangat dekat dengan manusia modern adalah gawai beserta kontennya. Benda berukuran sebesar telapak tangan itu memang digadang sebagai alat yang mampu menyambung silaturahmi. Namun di sisi lain, alat itu mampu menjerumuskan umat ke dalam perilaku riya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam begitu takut akan umatnya yang terjerembab dalam perilaku ini. Dalam sebuah hadis dari Mahmud bin Labid, Nabi shallallahu alaihi wa sallam beliau bersabda,

“Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgor.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgor adalah) riya’. Allah Ta’ala berkata pada mereka yang berbuat riya’ pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka: ‘Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya’ di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?’ (HR. Ahmad 5: 429. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Baca Juga  Memilih Peralatan Makan Berbahan Dasar Keramik

Dalam hadis tersebut disampaikan bahwa riya merupakan perbuatan yang disamakan dengan syirik. Meski disebut sebagai syirik kecil, namun ini tergolong sebagai perbuatan dosa yang sangat serius. Syirik ashgor atau syirik kecil dapat menghapus amalan seseorang terkait dengan amalan yang dinilai syirik itu.

Baca Juga: Amalan Penghapus Dosa dalam Pandangan Islam

Jenis-jenis Riya

Umat Muslim dalam Pusaran Riya di Era Modern
Kitapastibisa.id – Umat Muslim dalam Pusaran Riya di Era Modern – Lazharfa

Terdapat dua jenis syirik, yakni syirik besar dan syirik kecil. Perbuatan syirik besar dapat menghapus seluruh amalan pelakunya, bahkan membuatnya keluar dari Islam. Perbuatan ini merupakan bentuk penghianatan iman seorang hamba kepada Rabbnya. Ia menyamakan derajat Allah dengan makhluk ciptaan-Nya.

Perbuatan syirik kecil memiliki ganjaran yang berbeda dengan syirik besar. Apabila syirik besar membuat pelakunya keluar dari Islam, syirik kecil tidak seperti itu. Ia menghapus amalan terkait dan tidak membuat pelakunya keluar dari Islam.

Riya adalah salah satu bentuk dari syirik kecil. Maka, perlu digaris bawahi bahwa syirik kecil punya bentuk lainnya. Untuk itu, sudah sepatutnya umat muslim mempelajarinya agar terhindar dari salah satu perbuatan yang begitu dikhawatirkan oleh Nabi.

Baca Juga  Film Musikal Untuk Menemani Waktu Akhir Pekan

Terdapat banyak bentuk dari riya, salah satu kategorinya adalah riya terselubung. Yang mana kerap tidak disadari oleh pelakunya. Ustaz Firanda Andirja dalam situsnya memberikan 3 contoh riya terselubung.

Pertama, menyampaikan keburukan orang lain dengan maksud memuji dirinya sendiri. Seseorang bisa saja menyampaikan segala keburukan orang lain yang tujuannya adalah membuat pendengarnya paham bahwa dirinya tidak seperti seperti orang yang keburukannya dibeberkan itu.

Kedua, membeberkan berbagai nikmat Allah kepadanya agar orang lain menganggap bahwa dirinya adalah orang yang saleh dan pandai bersyukur. Pandai mensyukuri nikmat Allah adalah ciri-ciri orang yang memiliki akhlak mulia. Namun, jika tujuannya adalah untuk mendapatkan status orang saleh di mata orang lain, maka niatnya akan cacat.

Ketiga, memuji gurunya sendiri dengan maksud memuji dirinya sendiri. Bentuk ini lazim ditemukan dalam institusi pendidikan. Ia memuji gurunya agar orang lain mengetahui bahwa murid guru tersebut adalah orang yang pandai dan berakhlak mulia sebagaimana gurunya. Perilaku ini termasuk ke dalam perbuatan  terselubung.

Baca Juga  Apa Itu Kecerdasan yang Sia-Sia?

Berbagai bentuk tersebut memiliki kesamaan, yakni ingin mencari pengakuan dari manusia. Lantas, dengan mengetahui hal tersebut kita berdoa kepada Allah agar dijauhkan dari perbuatan maksiat.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *