Uang Pribadi Untuk Jasa Antar Jemput OGUS

 Uang Pribadi Untuk Jasa Antar Jemput OGUS

Uang Pribadi Untuk Jasa Antar Jemput OGUS

Uang Pribadi Untuk Jasa OGUS – Seorang Polisi sekaligus anggota komunitas sosial Berbagi dengan Ikhlas (Berkas) yang bernama Aipda Purnomo menginspirasi kita semua dengan memberikan jasa antar jemput gratis bagi siswa yatim piatu. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar siswa yatim piatu kesulitan untuk berangkat menuju sekolah karena jarak yang cukup jauh dan tidak memiliki sarana sepeda. Purnomo sampai gunakan tunjangan pribadinya untuk dirikan jasa antar jemput bagi anak anak yatim piatu.

Keadaan tersebut membuat Purnomo membuat ojek sekolah bagi anak yatim piatu secara gratis. Ojek tersebut diberi nama Ojek Gratis dan Uang  Saku atau bisa disingkat dengan OGUS. Layanan ini merupakan layanan sukarela yang sudah berjalan sejak 25 November 2019 dengan menggunakan kendaraan berupa enam unit sepeda motor. Enam unit sepeda motor tersebut disumbangkan oleh para donator. Hingga kini, mereka bisa mengantar jemput setidaknya 8 siswa yang merupakan anak yatim piatu setiap harinya.

Sejauh ini OGUS baru dapat melayani beberapa orang siswa yatim piatu yang ada di tiga kecamatan, yaitu kecamatan Modo, Babat, serta Kedungpring. Hal tersebut dikarenakan kendaraan dan tenaga ojek masih terbatas.

Baca Juga  Griselda Sastrawinata, Desainer Film Animasi Disney Dari Indonesia

Baca Juga: Kejujuran Berawal dari Diri Sendiri

Orang-orang Baik dibalik OGUS

Purnomo mengaku bahwa baru-baru ini ada tambahan kendaraan dari donator, yaitu berupa satu unit sepeda motor dan satu tossa yang mungkin dapat digunakan mulai minggu depan.

Tukang ojek yang mengantar jemput anak-anak berasal dari anggota yayasan komunitas Sosial Berkas, termasuk guru-guru swasta. Purnomo mengatakan, antar jemput siswa yatim piatu ini bukan satu-satunya tujuan OGUS. Program sukarela ini juga dimaksudkan untuk membantu guru-guru swasta yang kebanyakan tidak mampu membeli sepeda motor. Mengenai bahan bakar, Purnomo sendiri rela menghabiskan salah satu uang tunjangannya untuk membiayai bahan bakar motor-motor yang digunakan anggota komunitas.

Seperti yang dilansir dari regional.kompas.com, siswa yatim piatu yang menggunakan layanan OGUS juga mendapatkan uang saku. Setiap orang mendapatkan uang saku Rp 5.000 per hari. Uang tersebut diberikan untuk memotivasi para siswa untuk semakin giat belajar di sekolah.

Tidak sedikit juga para guru swasta yang menjadi tukang ojek memberikan biaya yang seharusnya untuk bensin motor mereka sebagai uang saku untuk anak yatim piatu. Sedangkan, untuk masalah kerusakan minor ataupun ganti oli, sudah ada bengkel yang merupakan pihak donator dan bersedia membantu tanpa dikenakan biaya sepeserpun.

Baca Juga  Sejarah Baru Olahraga Tenis Indonesia

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *