Tuberkulosis dan Covid-19, Dua Penyakit Mematikan

 Tuberkulosis dan Covid-19, Dua Penyakit Mematikan

Kitapastibisa.id – Tuberkulosis dan Covid-19, Dua Penyakit Mematikan – Kompas

Tuberkulosis dan Covid-19, Dua Penyakit Mematikan -Dalam acara Coffee Break yang disiarkan stasiun televisi tvone dr. Achmad Yurianto, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa tuberkulosis (TBC) dan covid-19 memiliki kesamaan.

“Penyakit tbc dan covid-19 itu mirip, cuma bedanya covid-19 itu bereaksi lebih cepat,” papar dr. Yurianto, (29/05), 2020.

Di tengah wabah covid-19, penyakit yang masuk dalam 10 penyakit mematikan dunia itu masih menghantui masyarakat. Bahkan di Indonesia, TBC masuk ke dalam 3 penyakit paling mematikan.

TBC dan covid-19 merupakan penyakit menular yang menyerang paru-paru manusia. Perbedaan utama dari kedua penyakit ini terletak pada zat yang menginfeksinya. Jika covid-19 menyerang sistem pernapasan melalui virus SARS-CoV-2, TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang saat ini obat dan panduan pengobatannya sudah ditemukan.

Meski penyakit TBC sudah ditemukan obatnya, kehadirannya dalam pandemi saat ini dapat sangat berisiko. Baik TBC dan covid-19, keduanya bisa berperan sebagai penyakit tambahan ketika seseorang terjangkit salah satunya. Mengingat TBC merupakan 3 penyakit paling mematikan di Indonesia, maka penyakit ini tidak boleh dilupakan.

Baca Juga  Daging Ayam dan Daging Bebek, Apa Bedanya?

Baca Juga: Bersepeda, Olahraga Aman dan Sehat Di Era New Normal

Fakta Mengenai Penyakit Tuberkulosis

Dua Penyakit Mematikan, Tuberkulosis dan Covid-19
Kitapastibisa.id – Tuberkulosis dan Covid-19, Dua Penyakit Mematikan – Kompas

Penyakit TBC di Indonesia sudah ada bahkan sejak zaman abad ke-8. Hal tersebut dapat dilihat dalam salah satu relief Candi Borobudur. Meski sudah 50 tahun lebih berperang melawan TBC, namun faktanya angka kasus TBC relatif stabil. Artinya, hingga kini kasus tuberkulosis masih mengintai masyarakat.

Penyakit ini sebagaimana disebutkan sebelumnya, merupakan penyakit menular yang mirip dengan virus corona. Penularan tuberkulosis terjadi melalui droplet yang dapat menyebar melalui bersin, batuk, atau hal lainnya yang menyebabkan air liur penderita TBC keluar. Setelah bakteri TBC masuk ke dalam tubuh seseorang, maka bakteri tersebut mulai bekerja.

Dalam penyakit ini, terdapat dua fase infeksi, yakni infeksi laten dan aktif. Pada fase infeksi laten, penderita tidak menunjukkan gejala yang signifikan sebagaimana masyarakat umum menyebutnya sebagai carrier dewasa ini. Bakteri ini tertidur karena sistem imunitas seseorang kuat. Sehingga pada fase ini, penderita tidak akan menularkan bakteri TBC kepada orang lain atau bahkan menunjukkan gejala umum seperti batuk.

Baca Juga  Bisakah Kita Belajar dari Kesuksesan Netflix?

Namun tidak menularkan dan tidak menunjukkan gejala, Anda akan tetap divonis sebagai penderita TBC. Pada fase laten, bakteri TBC akan bangkit manakala kondisi tubuh Anda drop. Pada saat itu, fase akan berubah menjadi fase aktif. Fase aktif merupakan fase di mana seluruh ciri-ciri dan gejala TBC terlihat dengan jelas. Penderita akan mengalami batuk berkepanjangan dan penurunan berat badan secara drastis. Pada fase ini, penularan akan terjadi secara signifikan.

Menyadari TBC Sama Saja Menyadari Covid-19

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Achmad Yurianto, mengatakan bahwa antara TBC dan covid-19 sama-sama dapat dicegah melalui pola hidup bersih dan sehat. Keduanya memiliki kesamaan dari segi penularan yang mana hal tersebut berlaku sama dengan pencegahannya.

Melansir dari laman alodokter.com, terdapat beberapa cara untuk mencegah penularan atau terjangkit TBC. Beberapa di antaranya,

  1. Melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah Anda masuk dalam fase laten atau tidak.
  2. Pola hidup bersih dan sehat seperti menjaga kebersihan dan menjaga sirkulasi udara yang baik.
  3. Jaga daya tahan tubuh agar penyakit TBC tidak bangkit.
Baca Juga  Benih Impian yang Tak Padam untuk Pendidikan Indonesia

TBC bisa menyerang kapan saja. Meski sudah ditemukan obatnya, namun penyembuhannya memakan waktu yang lama. Butuh disiplin tinggi dan komitmen untuk mengentaskan bakteri tuberkulosis dalam tubuh. Waktu untuk penyembuhan penyakit TBC kurang lebih sekitar 6 bulan hingga 1 tahun.

Setelah seseorang sembuh dari penyakit TBC, boleh jadi ia terjangkit lagi. Jika hal tersebut terjadi, maka penyakitnya akan bertambah parah, Itu sebabnya penting untuk menjaga pola hidup sehat sebagaimana akhir-akhir ini mulai digaungkan.

Mempelajari penyakit TBC boleh jadi salah satu upaya untuk menanggulangi wabah covid-19. Narasi pola hidup sehat sudah disuarakan bahkan sejak zaman kerajaan di Indonesia dalam rangka mencegah penyebaran TBC. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kesadaran akan kesehatan diri serta lingkungan agar terhindar dari penyakit berbahaya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *