Tradisi Rujak Gobet Dalam Acara Tujuh Bulanan

 Tradisi Rujak Gobet Dalam Acara Tujuh Bulanan

Kitapastibisa.id – Tradisi Rujak Gobet Dalam Acara Tujuh Bulanan – Resep

Tradisi Rujak Gobet Dalam Acara Tujuh Bulanan – Dalam adat Jawa dikenal adanya acara tujuh bulanan alias selamatan saat seorang ibu tengah mengandung di usia 7 bulan. Pada acara tersebut akan diadakan berbagai acara dan ritual yang melibatkan para saudara juga tetangga diundang untuk memberikan doa serta keselamatan bagi si ibu dan si jabang bayi.

Acara tujuh bulanan bagi orang Jawa identik dengan prosesi dodol rujak atau jualan rujak. Yang dilakukan dalam rangkaian acara tradisi mitoni atau tujuh bulanan. Rujak yang digunakan dalam prosesi ini ialah Rujak Gobet. Dimana calon ibu dan calon ayah melakukan prosesi dodol rujak atau jualan rujak.

Rujak Gobet termasuk salah satu jenis makanan tradisional yang menarik dan unik. Dengan cita rasa dan aroma yang menggoda membuat semua orang mendekat dan ingin mencicipinya.

Rujak Gobet merupakan salah satu makanan tradisional Jawa yang berasal dari daerah Malang, Jawa Timur. Rujak yang terdiri dari beraneka buah seperti bengkuang, nanas, pencit (mangga muda), blimbing, jambu, babal (nangka muda), kedondong, asem dan racikan bumbu lainnya memiliki rasa asam, manis, pedas dan segar menjadi satu.

Baca Juga  Pesona Taman Nasional Lorentz di Papua

Baca Juga: Makna Filosofi Ngalak Air Dari Kutai Lama

Filosofi Rujak Gobet Dalam Mitoni

Prosesi dodol rujak dan cendol yang dilakukan oleh sang calon ayah dan calon ibu. Prosesi ini dimulai dengan calon ayah yang membawa payung untuk memayungi calon ibu yang sedang membawa wadah untuk menampung hasil jualan. Uang yang digunakan yaitu uang koin yang terbuat dari tanah liat. Kemudian calon ayah akan menerima uang dari pembeli untuk dimasukkan dalam wadah tersebut. Sedangkan sang calon ibu  akan melayani para pembeli.

Dalam tradisi mitoni, Rujak Gobet memiliki nilai filsafat yang tinggi. Calon orang tua mengharapkan anak yang terlahir nanti bisa berkumpul dan berbaur oleh semua lapisan masyarakat. Prosesi ini juga dimaksudkan agar masa depan si anak dapat meraih kesuksesan dan tercukupi kebutuhan finansialnya.

Tradisi rujak Gobet yang merupakan rujak serut terbuat dari tujuh macam buah-buahan nantinya dalam prosesi dodol rujak, si calon ibu akan bertugas meracik bumbu rujaknya sendiri sebelum diberikan kepada pembeli. Masyarakat Jawa memiliki kepercayaan apabila rasanya kurang enak maka calon bayi nantinya berjenis kelamin laki-laki. Sedangkan, jika rasanya enak maka calon bayi nantinya berjenis kelamin perempuan.

Baca Juga  Malam Satu Suro, Tradisi Pensucian Diri

Artikel Terkait