Tradisi Ararem Dari Suku Biak

 Tradisi Ararem Dari Suku Biak

Tradisi Ararem Dari Suku Biak

Di Indonesia, banyak sekali ragam tradisi untuk merayakan prosesi pelamaran atau pernikahan antar mempelai pria dan wanita, terutama di daerah yang miliki beragam suku dan ras. Salah satu tradisi yang ada di bumi pertiwi ini adalah tradisi menyerahkan persembahan untuk keluarga calon mempelai wanita dari sang calon pengantin pria yang disebut Ararem. Tradisi ini berasalkan dari suku Biak dan sudah budaya yang dirayakan secara turun menurun, baik dijaman modern.

Baca Juga: Yohanes Surya Melahirkan Fisikawan Indonesia Dari Timur

Proses dan Persiapan Tradisi Ararem

Proses dari tradisi ini adalah dengan persiapan persembahan yang dilakukan oleh keluarga calon pengantin pria. Persembahan yang disiapkan adalah sejumlah uang, peralatan rumah tangga, bahan makanan, sejenis piring adat dan guci. Dalam proses ini, sang pria akan ditemani dengan iringan tarian Wor pada saat ia menuju kerumah sang mempelai wanita. Hal ini pun terjadi setelah kedua belah pihak setuju dengan nominal dan persyaratan yang diajukan oleh keluarga sang wanita.

Baca Juga  Menjaga Kesehatan Rambut dengan Langkah Mudah

Dalam arakan pengantaran mas kawin ini, para pengikut arakan akan menyanyikan berbagai lagu. Mereka juga menggunakan instrumen sehingga menciptakan suasana yang menarik dan berkenang untuk kedua belah pihak. Selain itu, ada tarian yang juga menemani rombongan mempelai pria. Yaitu tarian Yosim Pancar atau tarian yang mensimbolisasikan persahabatan dan keakraban anak-anak muda suku Biak. Setelah mempelai pria sampai tujuan, prosesi tanda tangan untuk mensetujui penyerahan mas kawin tersebut diadakan. Hal itu menjadi akhir dari ritual Ararem.

Namun setelah ritual selesai, akan ada acara yang berlangsung selama tujuh hari-tujuh malam yang bernama upacara pengiringan atau Munara Yakyaker. Ini adalah prosesi dimana kedua mempelai akan tinggal dirumahnya masing-masing dan akan diperhatikan oleh kedua orang tua mereka. Setelah upacara selesai, Pengantin wanita akan diantar ke rumah mempelai pria dengan iringan tarian Wor, dimana ditempat sang mempelai pria akan mengesahkan pernikahan tersebut.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *