Tips Fotografi: Jenis Filter Lensa dan Penjelasannya

 Tips Fotografi: Jenis Filter Lensa dan Penjelasannya

Kitapastibisa.id – Tips Fotografi: Jenis Filter Lensa dan Penjelasannya – n-exposure

Tips Fotografi: Jenis Filter Lensa dan Penjelasannya –¬†Seorang fotografer, baik pemula maupun senior pasti kenal dengan yang namanya filter. Khusus bagi kamu yang baru atau hendak menjajaki dunia fotografi, tentu kamu bertanya-tanya apa fungsi dari filter? Benda pipih dengan kaca yang kadang gelap ini kerap terpasang pada lensa bagian depan kamera mereka. Secara umum, filter lensa fungsi untuk melindungi lensa. Baik secara fisik maupun kualitas gambar yang dihasilkan.

Filter diibaratkan seperti kacamata yang membantu kamu untuk melihat objek dalam berbagai kondisi. Misal, cahaya matahari di siang atau pagi hari sangat menyilaukan mata. Lantas, fungsi filter persis seperti kacamata hitam yang membantumu untuk melihat lebih jelas meski ada cahaya matahari yang menyilaukan. Filter berguna untuk melindungi kaca lensamu, lo. Bayangkan jika wajah dari lensamu lecet karena benda tajam. Oleh karenanya, meski bukan fungsi utamanya, filter juga dapat melindungi lensamu dari hal-hal yang dapat merusak lensa.

Secara garis besar, terdapat fungsi filter yang perlu diketahui. Pertama, untuk mengurangi efek flare atau silau ketika ada cahaya yang sangat terang. Kedua, meningkatkan kualitas gambar, seperti kontras dan mengoreksi warna pada gambar.

Baca Juga  Alasan Mengapa Manusia Diuji Menurut Islam

Baca Juga: Manfaat Sarapan Pagi Sebagai Bentuk Mencintai Diri

Filter juga punya macam jenis. Apa sajakah itu?

Tips Fotografi: Jenis Filter Lensa dan Penjelasannya
Kitapastibisa.id – Tips Fotografi: Jenis Filter Lensa dan Penjelasannya – Bungkul

1. Filter UV

Nama UV sepertinya sudah tidak asing lagi, yakni sungkatan dari Ultraviolet. Mirip seperti produk kecantikan yang memiliki kemampuan untuk mengurangi paparan sinar UV, filter juga bekerja demikian. Filter UV memiliki kemampuan untuk mengurangi masuknya sinar ultraviolet pada sensor kamera. Sinar ultraviolet mampu menyebabkan foto menjadi kabur atau rona biru pada gambar. Pada kamera-kamera lama, sinar UV ini sangat berbahaya. Seiring berkembangnya zaman, lensa modern memiliki fitur penangkal sinar UV yang jauh lebih baik dari lensa pada zaman dulu. Sehingga, banyak dari fotografer saat ini yang menggunakan Filter UV sebagai anti gores bagi lensa mereka.

2. Filter Neutral Density (ND)

Fungsi dari filter ND adalah mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke dalam lensa sehingga gambar cenderung lebih gelap. Fungsinya, kamera dapat mengambil gambar pada siang hari tanpa khawatir gambar menjadi over exposure atau terlalu terang. Filter ini juga dapat digunakan untuk melakukan teknik long exposure di siang hari. Mengapa demikian? Teknik long exposure membutuhkan kecepatan kamera atau shutter speed yang lebih lama yang mana akan berpengaruh pada banyaknya cahaya masuk ke dalam kamera. Dengan filter ND, maka intensitas cahaya yang masuk ke dalam kamera dapat dikurangi.

Baca Juga  Merawat Sepatu Kesayanganmu dengan Langkah Mudah

3. Filter Graduated Neutral Density (GND)

Mirip dengan filter sebelumnya, yakni filter ND, filter GND punya dua bagian berbeda. Pada filter ini, terdapat bagian bening dan bagian yang cenderung lebih gelap. Fungsinya adalah untuk menyeimbangkan eksposur langit dan permukaan bumi yang kadang sangat kontras. Kerap kali kita menemukan foto permukaan bumi sangat gelap saat mengambil foto lanskap. Itu karena langit memiliki cahaya yang sangat terang, sedangkan bumi tidak. Oleh karena itu, filter GND menjadi solusi untuk melakukan foto lanskap sehingga baik langit dan bumi memiliki eksposur yang pas.

4. Filter Circular Polarizing Filter (CPL)

Kata kuncinya adalah polarisasi. Ketika kita mengambil gambar objek yang dapat memantulkan cahaya seperti kaca dan air, kerap kali pantulan cahaya menutupi objek tersebut. Fungsi filter CPL adalah mempolarisasi cahaya yang masuk sehingga refleksi yang terpantul. pada objek dapat berkurang.

5. Filter Warna

Filter ini berfungsi memberikan warna tambahan pada foto. Jika biasanya kita menambahkan efek warna seperti biru, jingga, atau hijau dalam proses editing, filter ini memungkinkan kita untuk menghasilkan foto sesuai dengan warna filternya. Konsepnya, filter ini mengkonversi warna foto, mengoreksi, serta memberikan kompensasi warna sesuai dengan warna filternya.

Baca Juga  Kamar Mungil dengan Sentuhan Minimalis

Artikel Terkait