Tiga Tanda Bahwa Salat Kita Diterima

 Tiga Tanda Bahwa Salat Kita Diterima

Kitapastibisa.id – Tiga Tanda Bahwa Salat Kita Diterima – Ayosemarang

Tiga Tanda Bahwa Salat Kita Diterima – Salat adalah tiang agama. Begitulah penggambaran kedudukan salat yang sangat penting dalam agama Islam. Allah subhanahu wa ta’ala akan menghisab salat terlebih dahulu sebelum amalan lainnya.

Salat adalah rukun iman kedua setelah mengucapkan kedua kalimat syahadat. Ibadah tersebut merupakan bentuk komunikasi seorang hamba kepada Sang Pencipta. Untuk itu, menunaikan salat 5 kali sehari adalah wajib bagi seorang muslim. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya apabila salah seorang diantara menunaikan shalat, maka dia sedang bermunajat (berbisik) kepad Rabbnya. (HR. Al-Bukhari, Kitab Mawaqif Salat)

Dalam menunaikan ibadah salat, tentulah kita berharap agar ibadah tersebut dapat diterima. Kita perlu sebaik mungkin menjalankan ibadah salat. Seperti menunaikan rukun salat hingga sunnah yang ada dalam salat.

Meski sudah berupaya maksimal dalam khuysuk salat, diterima atau tidak sebuah amalan adalah rahasia Allah. Namun, terdapat tanda-tanda yang kita dapat ketahui kala salat kita sah dan sesuai dengan ridha Allah.

Baca Juga: Abbad bin Bisyr, Sahabat Nabi yang Terus Salat Meski Dipanah

Baca Juga  Soal Mencari Rezeki, Manusia Tidak Perlu Khawatir

1. Hati Menjadi Tenang dan Sejuk

Pertama, bagi seorang muslim yang taat, salat adalah penyejuk hati. Perasaan ini akan muncul manakala ia melakukan salat dengan cara yang benar dan tepat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Penyejuk mataku (penenang hatiku) ada pada shalat.”

Bagaimana hati tidak menjadi tenang? Dalam bacaan salat kita bermunajat kepada Allah ta’ala. Meminta petunjuk dan pertolongan serta menyerahkan segala permasalahan dunia kepada-Nya. Maka, salah satu bukti salat kita diterima adalah munculnya perasaan tenang dalam hati.

2. Munculnya Perasaan Tidak Suka Kepada Perbuatan Maksiat

Kedua, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 45,

“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” (QS. Al ‘Ankabut: 45).

Salah satu cara Allah menghindarkan kita dari perbuatan maksiat adalah dengan memberikan perasaan tidak suka kepada perbuatan tersebut. Dengan salat, maka seyogyanya kita mengetahui bahwa Allah selalu mengawasi dan melihat kita.

Ketaatan seorang hamba dapat berupa rasa cinta kepada Sang Pencipta. Seorang yang cinta kepada Allah maka tidak akan mau mengecewakan-Nya. Ia tidak mau melakukan hal yang tidak Allah sukai.

Baca Juga  SMA Kolese de Britto, Sekolah Siswa Laki-Laki Berambut Gondrong

3. Munculnya Rasa Takut, Ikhlas, dan Terus Mengingat Allah

Ketiga, Abul ‘Aliyah pernah berkata,

“Dalam shalat ada tiga hal di mana jika tiga hal ini tidak ada maka tidak disebut shalat. Tiga hal tersebut adalah ikhlas, rasa takut dan dzikir pada Allah. Ikhlas itulah yang memerintahkan pada yang ma’ruf (kebaikan). Rasa takut itulah yang mencegah dari kemungkaran. Sedangkan dzikir melalui Al Qur’an yang memerintah dan melarang sesuatu.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 65).

Rangkuman dari seluruh tanda-tanda tersebut adalah tiga perkara: sifat ikhlas, takut kepada Allah, dan terus mengingat Allah. Manakala kita memiliki tiga sifat tersebut, boleh jadi kita telah memaknai dan melakukan salat dengan cara yang benar.

Artikel Terkait