Tiga Golongan yang Harus Dimuliakan dalam Islam

 Tiga Golongan yang Harus Dimuliakan dalam Islam

Kitapastibisa.id – Tiga Golongan yang Harus Dimuliakan dalam Islam – Khotbah Jumat

Tiga Golongan yang Harus Dimuliakan dalam Islam – Menjadi konsekuensi umat muslim untuk mencintai, Allah subhanahu wa ta’ala, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, dan agama. Bahkan, cinta kepada tiga hal tersebut harus lebih tinggi dari cinta kepada harta benda dan materi dunia. Allah ta’ala berfirman dalam surat At-Taubah ayat 24,

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.”

Sejalan dengan ayat tersebut Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan ihwal kecintaan umat muslim kepada agamanya. Apabila seorang muslim lebih mencintai hal lain selain hal tersebut, maka musibah akan datang. Perintah yang termaktub dalam Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 7/164, itu menunjukkan kewajiban muslim mencintai Nabi.

Namun, kewajiban ini tidak menafikan kewajiban kita untuk menghormati dan mencintai sesama muslim lainnya. Ada sebagian golongan yang perlu dimuliakan sebagai konsekuensi kita mencintai agama Islam.

Baca Juga  Kenapa Islam Melarang Umatnya Menganggur?

Lantas, siapa mereka?

Baca Juga: Memaknai Cinta Dalam Pandangan Islam

Cara Memuliakan Orang-orang Beriman

Salah satu upaya dalam mengimani kewajiban cinta kepada Tuhan, agama dan utusan-Nya adalah memuliakan sebagian orang. Mereka adalah orang-orang yang berjuang untuk agama Allah. Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya termasuk pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu memuliakan orang tua yang muslim, orang yang hafal Al Qur’an tanpa berlebih-lebihan atau berlonggar-longgar di dalamnya dan memuliakan penguasa yang adil.”

Tiga golongan yang mulia adalah orang tua, penghafal Alquran atau orang alim, dan pemimpin yang adil. Mereka memiliki kedudukan yang agung sebagaimana Allah ta’ala meninggikan derajat mereka.

Ini menjelaskan bahwa mereka yang berjihad untuk kepentingan agama merupakan golongan yang mulia. Dalam kitab Jami’ Ulum wal Hikam karangan Ibnu Rajab, Thawus rahimahullah menyebut bahwa mencintai orang alim adalah sunnah.

Menghormati tiga golongan tersebut juga dengan cara menjaga sikap kepada mereka. Salah satunya adalah tidak mengolok-olok atau mencela orang-orang beriman tersebut. Allah ta’ala dalam surat Al-Mutaffifin bersabda,

Baca Juga  Shakuntala Devi Jenius Angka Mengalahkan Komputer

“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) mentertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mu’min, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mu’min.”

Artikel Terkait