Tiga Cara Untuk Menghindari Dosa Zina

 Tiga Cara Untuk Menghindari Dosa Zina

Kitapastibisa.id – Tiga Cara Untuk Menghindari Dosa Zina – Okezone

Tiga Cara Untuk Menghindari Dosa Zina – Zina termasuk salah satu dosa besar dalam ajaran agama Islam. Baik Alquran maupun hadis, keduanya menyampaikan ihwal besarnya dosa zina. Sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Al Furqon ayat 68,

“Dan orang-orang yang tidak beribarah kepada tuhan yang lain beserta Allâh dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allâh (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).”

Dalam hadis, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut zina termasuk salah satu dosa besar. Dosa berzina bersanding dengan dosa lainnya seperti membunuh anak kandung dan menyekutukan Allah. Nabi bersada,

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allâh dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allâh (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina.” (al-Furqân/25: 68) [HR. Bukhâri, no. 4483]

Begitulah hadis dan Alquran menyebut zina sebagai dosa besar. Besar dosa dari perbuatan zina, besar pula godaannya terhadap manusia. Modernisasi dan perkembangan zaman semakin menguatkan godaan dosa besar ini. Lantas, apa yang harus dilakukan seorang muslim. Berikut 3 cara terhindar dari godaan berzina.

Baca Juga  Asma binti Umais, Perempuan yang Dua Kali Berhijrah

Baca Juga: Rasa Khawatir Yang Berujung Surga

1. Berlindung Kepada Allah

Salah satu upaya untuk terhindar dari godaan zina adalah berlindung kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini dapat berbentuk dalam berbagai wujud.

Pertama, berdoa kepada Allah. Seorang sahabat Nabi, Syakal bin Humaid, pernah mendatangi Nabi. Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian mengajarkan doa yang biasa Rasul lafalkan untuk meminta perlindungan dari Allah ta’ala. Doa tersebut berbunyi,

“Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari kejelakan pada pendengaranku, dari kejelakan pada penglihatanku, dari kejelekan pada lisanku, dari kejelekan pada hatiku, serta dari kejelakan pada mani atau kemaluanku.”

Kedua, bentuk berlindung kepada Allah dapat dilakukan dengan cara memahami bahaya zina. Lantas, apa bahaya zina?

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebut zina mampu mengeluarkan iman dari tubuh seseorang. Nabi bersabda,

“Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.”

Baca Juga  Pendidikan Kontekstual Bagi Anak-Anak Papua

2. Tundukkan Pandangan

Sebagai muslim, kita harus benar-benar berhati-hati dengan Istilah ‘dari mata turun ke hati’. Mata boleh jadi sebuah gerbang dari masuknya nafsu ke dalam diri. Mata merupakan media masuknya hal-hal yang mampu membangkitkan syahwat dan pikiran kotor.

Oleh karenanya, agama Islam mengajarkan umatnya untuk menundukkan pandangan. Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya tak luput dari anjuran tersebut. Allah ta’ala  berfirman dalam surat An-Nur 30 dan 31,

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.”

3. Menghindari Berduaan dengan Lawan Jenis

Islam mengenal istilah ikhtilath atau campur baur antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Pada dasarnya, Islam melarang hal ini terjadi. Hal ini karena ikhtilath membawa keburukan bagi kedua belah pihak.

Pertama, timbulnya godaan setan untuk bermaksiat. Hal ini dapat berbentuk saling pandang-memandang, berbicara dengan nada yang lembut, bahkan saling bersentuhan. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga  Generasi Tanpa Peduli: Putus Cinta, Empati Pun Lari

“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahromnya.” Lalu seorang laki-laki bangkit dan berkata, “Wahai Rasulullah, isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, kembali dan tunaikanlah haji bersama istrimu.” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)

Kedua, timbulnya omongan buruk dari orang lain. Keburukan yang menimpa seorang laki-laki dan perempuan berduaan adalah omongan negatif dari orang lain. Kita mengenalnya dengan sebutan fitnah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad 1/18.)

Artikel Terkait