Tata Cara dan Rahasia Keutamaan Salat Dhuha

 Tata Cara dan Rahasia Keutamaan Salat Dhuha

Kitapastibisa.id – Tata Cara dan Rahasia Keutamaan – Okezone

Salat Dhuha adalah salah satu ibadah yang dapat dilakukan di sela pekerjaan. Salat sunnah ini dapat dikerjakan 20 menit setelah matahari mulai terbit, hingga 15 menit sebelum salat zuhur. Jumlah rakaatnya pun boleh disesuaikan dengan kemampuan dan keinginan Anda. Minimal, salat dhuha dilakukan 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat.

Banyak sekali manfaat serta keutamaan salat dhuha. Apa sajakah itu?

Baca Juga: Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi di Indonesia

Keutamaan Salat Dhuha

Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa setiap anggota tubuh perlu disedekahkan. Salah satu caranya adalah dengan salat dhuha. Beliau bersabda,

“Setiap sendi tubuh setiap orang di antara kamu harus disedekahi pada setiap harinya. Mengucapkan satu kali tasbih (Subhanallah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahmid (Alhamdulillah) sama dengan satu sedekah, satu kali tahlil (La ilaha illallah) sama dengan satu sedekah, satu kali takbir (Allahu Akbar) sama dengan satu sedekah, satu kali menyuruh kebaikan sama dengan satu sedekah, dan satu kali mencegah kemungkaran sama dengan satu sedekah. Semua itu dapat dicukupi dengan melaksanakan dua rakaat shalat dhuha.” (HR Muslim dan Abu Dawud).

Baca Juga  Cara Mudah Dalam Merawat Sukulen

Dalam hadits yang lain, setiap kelipatan 2 rakaat dari salat ini memiliki keutamaannya masing-masing. Sebagai mana disampaikan dari Abu D’Darda Radhiyallahu ‘anhu, ia bercerita bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia ditetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh.” (HR At-Thabrani).

Salah satu manfaatnya adalah dimudahkannya segala urusan. Dari Nu’aim bin Hammar Al-Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat rakaat salat di awal siang (waktu dhuha). Maka itu akan mencukupimu di waktu siang.” (HR Ahmad)

Tata Cara Salat Dhuha

Hukum dari salat ini adalah sunnah muakkad, yang artinya adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Hal itu disebabkan lantaran manfaatnya yang begitu besar, serta wasiat langsung dai baginda Rasulullah ﷺ.

Baca Juga  Permainan yang Mendatangkan Manfaat dalam Islam

Umumnya, diawali dengan niat salat dhuha yang berbunyi: usholli sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia maka maknanya: aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.

Setelah dibacakan niat, maka salat dilakukan sama seperti salat pada umumnya. Jika memungkinkan, maka bacalah surat Ad-Dhuha. Berikut tata caranya:

  1. Niat sholat dhuha
  2. Takbirotul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha
  6. Ruku’ dengan tuma’ninah
  7. I’tidal dengan tuma’ninah
  8. Sujud dengan tuma’ninah
  9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  10. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  11. Berdiri, kemudian ulangi dari nomor 4 hingga nomor 9.
  12. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  13. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
  14. Salam

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *