Tanda dan cara Melepaskan Diri dari Gangguan Jin

 Tanda dan cara Melepaskan Diri dari Gangguan Jin

Kitapastibisa.id – Tanda dan cara Melepaskan Diri dari Gangguan Jin – Kopi Sruput

Tanda dan cara Melepaskan Diri dari Gangguan Jin – Sudah menjadi tabiat setan dan jin untuk mengganggu manusia. Mengenai hal tersebut, setan telah bersumpah kepada Allah untuk melakukannya. Alquran telah menyebutkan perkara tersebut dengan jelas dalam surat Al-A’raf yang berbunyi

“Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” [Al-A’râf/7:16-17]

Gangguan setan dan jin pada manusia dapat muncul dalam berbagai wujud. Yang mana gangguan ini meliputi gangguan fisik, psikis, bahkan keimanan. Gangguan dapat berbentuk perasan malas beribadah, perasaan was-was akan agama ataupun keinginan melakukan perilaku keji. Selanjutnya, sebagian dari kita terjerumus dalam bujuk rayu setan itu.

Oleh karena itu, Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan solusinya. Berikut ini tiga cara untuk lepas dari gangguan setan.

Baca Juga: Keutamaan Berpuasa Pada Bulan Muharram

Baca Juga  Memaknai Mandul dari Perspektif Islam

1. Beriman dan Bertawakal Kepada Allah

Dalam surat An-Nahl, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.” (QS. An-Nahl: 99-100)

Hal yang utama yakni dengan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sebagaimana firman Allah, seseorang bertakwa dan istiqomah dalam melakukan amal ibadah tidak akan mendapat gangguan jin dan setan.

2. Berwudhu dan Melaksanakan Salat Sunnah

Selanjutnya untuk melepas jerat gangguan setan adalah dengan berwudhu dan salat sunnah. Perasaan malas untuk beribadah acap kali datang, terutama ketika waktu subuh datang atau bahkan saat sepertiga malam.

Terkait  hal tersebut, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Setan membuat tiga ikatan di tengkuk (leher bagian belakang) salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan, setan akan mengatakan, ‘Malam masih panjang, tidurlah!’ Jika ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepaslah lagi satu ikatan. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari ia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, ia tidak ceria dan menjadi malas.” (HR. Bukhari, no. 1142 dan Muslim, no. 776)

Baca Juga  Bagaimana Hukum Salat Berjamaah Saat Normal Baru?

3. Berlindung Kepada Allah dari Kehadiran Setan

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan umatnya cara untuk berlindung dari godaan setan. Godaan tersebut dapat saja berupa rasa malas, rasa sedih, ataupun rasa was-was. Untuk itu, dianjurkan untuk membaca doa.

Dalam Al-Walid bin Al-Walid radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

“Wahai Rasulullah, aku sedang sedih (murung).” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, ‘Jika engkau hendak tidur, ucapkanlah: A’UDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAATI MIN GHODHOBIHI WA SYARRI ‘IBAADIHI WA MIN HAMAZAATISY SYAYAATHIIN WA AYYAH-DHURUUN’ (artinya: Aku meminta perlindungan dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, dari siksa-Nya, dari kejelekan makhluk-Nya, dan dari godaan setan ketika hadir). Siapa yang membacanya, setan pasti tidak akan menimpakan mudarat padamu. Setan pun tidak akan mendekatimu.” (HR. Ahmad, 4:57. Syaikh Musthafa Al-‘Adawi mengatakan bahwa sanad hadits ini mursal, tetapi punya syawahid atau penguat dari hadits ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya).

Artikel Terkait