Tafsir Perasaan Was-was dalam Surat An-Nas

 Tafsir Perasaan Was-was dalam Surat An-Nas

Kitapastibisa.id – Tafsir Perasaan Was-was dalam Surat An-Nas – Pikiran Rakyat

Tafsir Perasaan Was-was dalam Surat An-Nas – Dalam surat An-nas ayat ke-4 disebutkan bahwa setan hendak mengganggu manusia dengan bisikkannya. Firman Allah tersebut berbunyi,

“Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi.” (QS. An-Naas: 4)

Terdapat dua kata yang serupa namun berbeda makna, yakni waswas dan khannas. Mengutip dari rumaysho.com, dua hal tersebut dapat dimaknai sebagai godaan yang masuk ke dalam hati manusia.

Waswas diartikan sebagai suara yang samar. Hal tersebut digambarkan sebagai sebuah dorongan atau bisikan kepada orang yang digoda. Suara tersebut sangat dekat layaknya seseorang yang tengah berbisik di samping telinga kita.

Sedangkan khannas diartikan sebagai sifat setan yang selalu bersembunyi kala seorang manusia mengingat Allah. Makna ini tertuang dalam surat At-Takwir ayat 15 dengan kata ikhtifaa’.

“Sungguh, Aku bersumpah dengan bintang-bintang.” (QS. At-Takwir: 15). Al-khunnas adalah bintang. Bintang disebut dengan khunnas (artinya: bersembunyi)

Syaikh Musthafa Al-‘Adawi dalam At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab menjelaskan tafsir lainnya terkait dua kata tersebut. Ia menyebutkan bahwa waswas dan khannas adalah nama dari iblis yang gemar mengganggu.

Baca Juga  Maya Skolastika, Membangun Semangat Petani Organik

Baca Juga: Sepotong Cerita Kisah Hidup Dajjal

Lantas, Bagaimana Cara Menangkal Bisikan Setan?

Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Kalim Ath-Thayyib menyebutkan keutamaan berzikir dalam menangkal bisikan setan. Beliau menyebut bahwa zikir laksana sebuah media untuk mengusir musuh. Sampai-sampai, musuh itu akan berlari tunggang-langgang bersembunyi dalam tempat yang aman.

“Jika keutamaan dzikir hanyalah ini, tentu seorang hamba akan terus membasahi lisannya dengan dzikir pada Allah Ta’ala dan terus teguh dengan zikir tersebut. Karena yang dapat melindunginya dari musuh (yaitu setan, pen.) hanyalah dengan dzikir. Musuhnya pun baru bisa menyerang ketika ia lalai dari dzikir. Musuh tersebut baru akan menangkap dan memburunya ketika ia lalai dari dzikir. Namun, jika dirinya disibukkan dengan dzikir pada Allah, musuh tersebut akan bersembunyi, menjadi kerdil dan hina. Sampai-sampai ia seperti burung pipit atau seperti lalat (binatang kecil yang tak lagi menakutkan, pen.).” jelas Ibnu Taimiyah dalam kitab Al-Wabil Ash-Shayyib.

Beliau juga menyampaikan bahwa setan hendak mengganggu manusia kala ia lalai. Oleh karenanya, salah satu cara untuk membentengi diri adalah dengan banyak berzikir.

Baca Juga  Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

“Karenanya setan memiliki sifat waswasil khannas. Maksudnya, menggoda hati manusia ketika manusia itu lalai. Namun, ketika manusia mengingat Allah, setan mengerut (mengecil),” tulis beliau dalam kita tersebut.

Artikel Terkait