Sulianti Saroso Dokter Perempuan Pada Zaman Kemerdekaan

 Sulianti Saroso Dokter Perempuan Pada Zaman Kemerdekaan

kitapastibisa.id – Sulianti Saroso Dokter Perempuan Pada Zaman Kemerdekaan – massbiologicshistory

Sulianti Saroso Dokter Perempuan Pada Zaman Kemerdekaan – Munculnya penyakit infeksi menular seperti H5N1 (Flu Burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers Cov), Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), dan yang terbaru Coronavirus Disease 19 (Covid-19) masih menjadi masalah kesehatan dunia. Untuk menangani penyakit-penyakit tersebut, diperlukan sarana-prasarana khusus agar tidak menjadi wabah, apalagi pandemi dunia. Masalahnya, tidak semua rumah sakit memiliki fasilitas yang memadai untuk menghadapi virus atau penyakit menular tersebut.

Di Indonesia sendiri, tiap kali ada penyakit menular yang berpotensi menyebar luas, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso selalu menjadi rujukan utama. Di sana, orang yang diidentifikasi terjangkit penyakit menular, diisolasi agar penyebarannya tidak meluas. Mengapa RSPI Sulianti Saroso yang dipilih? Sebabnya, fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia di sana dianggap layak untuk mencegah penyebaran penyakit infeksi menular.

Baca Juga: Cerita Najwa Shihab dan Karir Gemilangnya

Biografi Dokter Wanita Sulianti Saroso

Dia adalah seorang dokter wanita di masa awal kemerdekaan. Lahir dengan nama Julie Sulianti, 10 Mei 1917, di Karangasem, Bali, Sul sapaan akrabnya, datang dari keluarga terpandang. Ayahnya juga merupakan seorang dokter, yang bernama dr. Sulaiman.

Sul muda memulai riwayat pendidikannya dari sekolah Gymnasium di Bandung pada 1935. Kemudian melanjutkan pendidikannya di Sekolah Tinggi Kedokteran Geneeskundige Hoge School (GHS) di Batavia dan berhasil menamatkan studinya pada 1942.

Menurut wartawan tiga zaman, Rosihan Anwar, Sul memang memiliki daya tarik tersendiri. Dalam obituari Prof. Dr. Julie Sulianti Saroso yang dia tulis di harian Kompas, 3 Mei 1991, Rosihan menyebut bahwa Sul sudah menonjol sejak dia masih menjadi mahasiswa kedokteran.

Sul yang saat itu menjadi dokter penyakit anak di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, juga aktif dalam sejumlah organisasi wanita. Tercatat, dia menjadi anggota Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani) dan aktif di Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia sebagai perwakilan Pemuda Putri Indonesia (PPI). Bersama teman-temannya, dia juga membentuk Laskar Wanita yang diberi nama Wanita Pembantu Perjuangan (WAPP).

Dalam hal berpolitik, Sul dimentori oleh Soebadio Sastrosatomo, anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) yang kelak menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Sosialis Indonesia (PSI). Salah satu catatan sejarah aktivitas Sul dalam dunia politik adalah, pada November 1947, bersama Sunarjo Mangunpuspito dan Utami Suriadarma, dia menjadi delegasi yang mewakili Kowani dalam Inter Asian Women Conference di India.

Baca Juga  Ilmuwan Asal Maluku Temukan Nitrico untuk Lawan Covid-19

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *