Subak Tradisi Irigasi Khas Masyarakat Bali

 Subak Tradisi Irigasi Khas Masyarakat Bali

Kitapastibisa.id – Subak Tradisi Irigasi Khas Masyarakat Bali – Goodnewsfromindonesia

Subak merupakan sistem irigasi yang sering digunakan oleh petani di Bali untuk mengairi area persawahan. Istilah ini merupakan jaringan dari kanal, terowongan dan bendungan untuk mempertahankan sawah selama lebih dari ribuan tahun. Subak bukan hanya sekedar sistem irigasi, tetapi juga merupakan konsep kehidupan dan tradisi masyarakat. Kata Subak berasal dari bahasa Bali yang berarti infrastruktur irigasi. Selain itu kata ini juga merujuk kepada tradisi sosial bersama bagi berada di sekelilingnya. Dimana suplai air yang terbatas bisa dikelola dengan baik. Dari sisi estetika, subak memiliki pemandangan yang indah, sehingga banyak orang memanfaatkan keberadaannya sebagai destinasi wisata.

Subak sendiri sudah menjadi tradisi masyarakat Bali yang telah digunakan sejak awal abad ke-9 hinnga saat ini. Kata Subak bahkan terdapat dalam prasasti Pandak Bandung tahun 1072 M.  Yang dianggap sebagai refleksi dari filosofi kuno Bali, Tri Hita Karan, yag berarti tiga penyebab kesejahteraan. Ketiga hal tersebut adalah hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, hubugan harmonis dengan sesama manusia, dan hubungan harmonis antara manusia dengan alam dan lingkungannya. Selain menciptakan lanskap megah dengan persawahan padi bertingkat, juga mampu menyiram berhektar-hektar lahan. Pembagian air pun dilakukan secara adil dan merata, dengan segala masalah dibicarakan dan dipecahkan bersama. Bahkan penetapan waktu menanam dan penentuan jenis padi yang ditanam pun dilakukan bersama. Harmonisasi kehidupan seperti inilah yang menjadi kunci utama lestarinya budaya ini di Pulau Dewata.

Baca Juga  Garuda Wisnu Kencana, Patung Tertinggi di Indonesia

Baca Juga: MT Haryono, Pahlawan yang Diabadikan Menjadi Nama Jalan

Diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

Subak Tradisi Irigasi Khas Masyarakat Bali
Kitapastibisa.id – Subak Tradisi Irigasi Khas Masyarakat Bali – geomedia

Subak Bali juga telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Setelah sebelumnya diusulkan dan dilakukan penelitian dengan metode dari berbagai ilmu pengetahuan. Perjuangan untuk menjadi warisan dunia dilakukan melalui proses panjang selama 12 tahun. Yang mana pertama kali diusulkan sebagai warisan dunia pada tahun 2000. Dengan titik yang diusulkan sebagai warisan dunia diantaranya adalah Pura Danau Batur, Pakerisan, Catur Angga Batukaru, dan Pura Taman Ayun. Setelah melalui pengusulan penelitian, Subak Bali akhirnya secara resmi ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO.

Adapun penetapan tersebut disahkan dalam sidang ke-36 Komite Warisan Dunia UNESCO di kota Saint Peterburg, Rusia, pada 29 Juni 2012. Penetapan sebagai warisan budaya dunia ini disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat Bali. Sesuai dengan pengajuannya, Subak di Bali  memiliki luas kurang lebih 20.000 ha yang berada di 5 kabupaten, yaitu kabupaten Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, dan Tabanan.

Baca Juga  Karinding Alat Musik Tradisional Khas Sunda

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *