Subak Jatiluwih, Warisan Budaya Dari Bali

 Subak Jatiluwih, Warisan Budaya Dari Bali

Kitapastibisa.id – Subak Jatiluwih, Warisan Budaya Dari Bali – Beritatagar

Subak Jatiluwih, Warisan Budaya Dari Bali – Tanggal 29 Juni 2020, beranda google menampilkan logo yang cukup menarik. Dalam desain logo google hari itu, nampak lanskap yang tidak asing bagi orang Indonesia. Terlihat hamparan ladang sawah nan hijau dengan seorang petani di sisi kirinya. Dilihat sekilas pun, orang Indonesia dapat mengetahui bahwa itu adalah lanskap negerinya.

Itu adalah desain dari Subak Jatiluwih, warisan budaya tak benda di Bali, Indonesia. Subak adalah nama sebuah sistem irigasi tradisional sawah di Bali. Tak heran ia menjadi warisan budaya lantaran memiliki rupa yang begitu indah.

Dikutip dari nusabali.com, Jatiluwih mampu menarik 1.500 wisatawan per hari dalam kondisi normal. Tidak hanya turis lokal, Jatiluwih pula menjadi sasaran turis mancanegara. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Konsorsium Riset Pariwisata Universitas Udayana pada tahun 2016, kebanyakan turis yang datang berasal dari Prancis.

Dalam studinya, mereka merinci bahwa dari 216 turis yang menjadi responden 36 persen di antaranya berasal dari Prancis. Posisi kedua, yakni sekitar 14 hingga 14 persen berasal dair Italia dan Jerman. Sedangkan sisanya berasal dari wilayah yang beragam seperti Inggris, Belanda, Australia, Asia, Selandia Baru, Amerika, serta Kanada.

Baca Juga  Memayu Hayuning Bawana, Nilai Kehidupan Masyarakat Jawa

Baca Juga: Tips Dalam Menulis Cerita Perjalanan

Subak Jatiluwih sebagai warisan budaya

Dilansir dari kompas.com, terdapat empat unsur utama yang menjadikan Subak Jatiluwih sebagai sebuah warisan budaya.

Pertama, keasrian subak Jatiluwih yang tidak menggunakan beton (bangunan).

Kedua, jenis varietas padi yang ditanam di Jatiluwih merupakan padi unggulan, yakni padi merah. Ketiga, lanskap asri yang begitu indah.

Keempat, aturan tradisional yang masih dijaga oleh masyarakat Jatiluwih. Elemen tersebut merupakan sebab Desa Jatiluwih turut ditetapkan menjadi desa wisata sejak tahun 1993.

Lantas, mengapa ia dijadikan doodle di beranda google? Berdasarkan informasi sejumlah media, google bermaksud memperingati salah satu warisan budaya Indonesia, yaitu Subak.

Di balik doodle yang ditayangkan oleh google, terdapat sosok seniman tanah air. Ialah Hana Augustine, seniman yang meramu lukisan yang dijadikan doodle oleh mesin pencari dunia itu.

Artikel Terkait