Stop Kebiasaan Langsung Tidur Setelah Sahur

 Stop Kebiasaan Langsung Tidur Setelah Sahur

kitapastibisa.id – Stop Kebiasaan Langsung Tidur Setelah Sahur – Tribun

Stop Kebiasaan langsung Tidur Setelah Sahur Memasuki bulan suci Ramadhan tiap orang mengalami perubahan pola tidur akibat sahur. Banyak orang yang masih mengantuk saat menyantap sahur, sehingga akan kembali memilih tidur setelahnya.

Ternyata langsung tidur setelah sahur dapat berdampak buruk bagi tubuh, karena dapat mengganggu proses pencernaan. Ahli gizi mengharuskan untuk menunggu sekitar tiga jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur.

Penundaan waktu tidur setelah makan dilakukan agar proses pencernaan terjadi dan makanan pindah ke usus kecil. Upayakan selama makan sahur untuk menghindari mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi. Di antaranya seperti makanan yang digoreng, makanan yang banyak mengandung mentega, keju, dan daging olahan ketika sahur.

Baca Juga: 3 Cara Jitu Agar Tidak Telat Sahur

Efek Dan Bahaya Tidur Setelah Sahur

Bahaya tidur setelah sahur yang pertama adalah dapat memicu penimbunan lemak. Sebuah penelitian mengatakan, pada seseorang yang memiliki riwayat keturunan keluarga gemuk, kebiasaan tidur setelah makan sahur dapat makin meningkatkan risiko mengalami kegemukan sebesar 2x lipat.

Baca Juga  Menyikapi Pujian Agar Tidak Terlena

Hal ini disebabkan karena saat kita tidur otomatis tubuh hanya membutuhkan sedikit energy. Sehingga makanan tidak akan dimanfaatkan sebagai kebutuhan melainkan lebih banyak akan ditimbun menjadi lemak. Akhirnya risiko mengalami obesitas/kegemukan pun semakin meningkat.

Jika kamu punya sakit maag ada baiknya hindari kebiasaan tidur setelah sahur. Tidur setelah makan membuat sistem pencernaan Anda kesulitan mencerna makanan yang masuk. Apabila makanan tidak tercerna dengan baik, lambung akan secara otomatis meningkatkan produksi asam lambung untuk mempercepat prosesnya.

Asam lambung bisa mengikis lapisan dinding kerongkongan dan menyebabkan luka di kerongkongan. Ini dapat bisa menyebabkan perut mulas, nyeri ulu hati, dan sensasi panas perih seperti terbakar pada dada hingga tenggorokan.

Ketika jumlah asam lambung yang dihasilkan terlalu banyak dan terjadi terus-terusan, masalah asam lambung naik (heartburn) bisa berkembang menjadi GERD )gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung.

GERD merupakan kelanjutan dari asam lambung naik yang sering terjadi setidaknya lebih dari dua kali per minggu. GERD terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak menutup sempurna, sehingga memungkinkan asam lambung mengalir balik hingga ke kerongkongan.

Baca Juga  Tidurnya Orang Berpuasa Mendapat Pahala, Benarkah?

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *