Sosok Inspiratif di Balik Taman Baca Kolong Ciputat

 Sosok Inspiratif di Balik Taman Baca Kolong Ciputat

Kitapastibisa.id – Sosok Inspiratif di Balik Taman Baca Kolong Ciputat – Kompas

Sosok Inspiratif di Balik Taman Baca Kolong Ciputat – Siapapun yang melewati pasar Ciputat pasti akan melihat pemandangan kontras di kolong fly over. Bukan pemandangan suram, gelap dan kumuh, melainkan kumpulan anak-anak ceria yang tengah belajar dan bermain.

Tidak seperti kolong jembatan yang kita ketahui, Taman Baca Kolong Fly Over Ciputat. Terdapat rak buku dengan koleksi buku yang layak, lantai beralaskan rumput sintetis, tempat bermain, bahkan lapangan futsal. Tak pelak, tempat itu kerap mengundang decak kagum siapa yang melihatnya.

Taman Baca yang sudah berdiri 4 tahun ini punya dampak positif bagi masyarakat setempat. Pengelola menyediakan kelas belajar gratis bagi anak-anak sekitar hingga menjadi tempat peristirahatan pesapu jalanan dan sopir angkot.

Taman Baca Kolong Fly Over Ciputat memang bukan barang baru. Kiprahnya dalam menyinari sektor pendidikan wilayah kolong jembatan Ciputat sudah terkenal oleh khalayak umum. Sebuah kolaborasi antara komunitas OI tangsel dan Fisip UIN pada tahun 2016 berhasil memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga  Irwan Rovany Doke, Berawal Dari Hal Kecil Hingga Menjadi Besar

Namun, siapa kepala yang mengelola tempat tersebut?

Baca Juga: Buku Perdana Jerome Polin Meraih Penghargaan IKAPI

Kisah Menumbuhkan Bibit Literasi

Sosok Inspiratif di Balik Taman Baca Kolong Ciputat
Kitapastibisa.id – Sosok Inspiratif di Balik Taman Baca Kolong Ciputat – Chintya’s Blog

Ia adalah Doni dan Devina, mahasiswa FISIP UIN tahun 2016. Doni sebagai ketua pengelola Taman Baca Kolong Fly Over Ciputat dan Devina sebagai sekretaris setia dengan khittahnya menanam benih literasi. Jika terkait tujuan, tidak ada jawaban konkret. Yang ada adalah itikad baik yang abstrak, yang kini telah berbuah.

“Kalau ditanya gagasannya apa, tujuannya apa, kenapa harus taman baca, kita enggak pernah mikir ini mau dibawa ke mana. Yang penting tempat ini ada kegiatan positifnya,” ujar Devina.

Perjalanannya dalam menggarap literasi anak Ciputat tentu tidak mudah. Bayangkan, dahulu tempat itu merupakan kolong jembatan tanpa fasilitas seperti saat ini. Dengan banyak anak punk dan pengamen jalanan yang sudah terlebih dahulu nyaman pada tempat itu.

Pengamatan, riset, hingga sosialisasi kepada masyarakat setempat telah mereka lalui. Namun tak semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan, para relawan pernah mendapat sebutan penculik lantaran mengajak anak-anak ke Taman Baca tersebut.

Baca Juga  Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Pejuang Rakyat Klungkung

Tidak hanya itu, hal terberat ialah memikirkan cara untuk merangkul anak jalanan dan pengamen. Dalam upayanya, tak sedikit kisah pilu, salah satunya ancaman hingga hampir mengalami penyerangan pembacokan.

“Banyak proses observasinya, banyak proses yang kita lalui. Bahkan kita promosikan hingga disebut penculik. Pernah juga di sini hampir dibacok.

Bahkan, setelah TBM Kolong Ciputat berhasil jalan beberapa tahun, hambatan pun kerap terjadi. Salah satunya buku yang hilang. Menanggapi hal ini, Devina tersenyum seakan menganggap hal itu bukan masalah.

“Kita percaya bahwa seorang pembaca tidak mencuri dan seorang pencuri tidak membaca. Kalau soal kehilangan, sebenarnya ada saja buku yang hilang. Tapi nanti balik lagi. Ini kami lihat sebagai hal positif dalam bentuk kolaborasi masyarakat,” ujarnya.

Penghargaan Hanyalah Bonus

Sudah menjadi tabiat tokoh masyarakat untuk menyerahkan seluruh prestasinya pada masyarakat. Begitu pula Doni dan Devina. Apa yang TMB peroleh merupakan kolaborasi masyarakat dan perjuangan mereka. Salah satu prestasinya ialah menjadi TBM terbaik tingkat provinsi.

Baca Juga  Langkah untuk Menjaga Konsentrasi dan Kesadaran

“Taman baca kolong ini adalah taman baca yang enggak pernah diresmikan oleh siapa pun. Jadi buka, ya buka saja. Ketika itu ada kegiatan positif banyak yang berdampak. Banyak inovasi di sini, terlebih ruang ramah anak,” papar Devina.

Hingga kini, Taman Baca Kolong Fly Over Ciputat masih berdiri dan beroperasi. Bahkan sampai saat ini, ia masih setia menemani anak-anak belajar. Sebuah inspirasi bagi anak muda lainnya untuk terus berkontribusi pada masyarakat.

Artikel Terkait