Soal Mencari Rezeki, Manusia Tidak Perlu Khawatir

 Soal Mencari Rezeki, Manusia Tidak Perlu Khawatir

Kitapastibisa.id – Soal Mencari Rezeki, Manusia Tidak Perlu Khawatir – humairoh

Soal Mencari Rezeki, Manusia Tidak Perlu Khawatir – Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Ibrahim ayat 34 berfirman,

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim:34)

Rezeki dapat dimaknai sebagai segala nikmat yang telah Allah turunkan kepada hamba-Nya. Makna rezeki tidak hanya terbatas pada harta dunia yang wujudnya terlihat. Boleh jadi ia berbentuk kesehatan, keselamatan, dan ketenangan jiwa. Tidak ada satupun makhluk di bumi yang luput dari rezeki Allah sebagaimana firman-Nya,

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberinya rezeki“ (QS. Huud:6)

Memutuskan diri untuk mengejar rezeki ketimbang beribadah merupakan pandangan yang keliru. Allah telah menyiapkan kadar rezeki manusia bahkan sejak ia lahir. Dilansir dari rumaysho, Ibnul Qayyim berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Baca Juga  Mengelola Emosi Untuk Jiwa yang Sehat

Lebih dalam lagi ia menjelaskan bahwa rezeki manusia sudah diberikan bahkan sejak seorang manusia lahir ke dunia. Kala itu, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan air susu ibu sebagai rezeki pertama yang diperoleh bayi manusia.

Setelah ia beranjak dewasa, maka Allah membukakan pintu rezeki lainnya berupa makanan dan minuman. Bahkan setelah meninggal, Allah menyiapkan rezeki baginya berupa kenikmatan surga.

Dengan melimpahnya rezeki yang diberikan Allah, sudah sepatutnya seorang muslim untuk memanfaatkannya. Misal, menggunakan waktu sehat untuk beribadah atau menggunakan waktu luang untuk belajar. Ibnu Hazm dalam kitab Jaami’ul Ulum wal Hikam berkata,

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, itu hanyalah musibah.”

Baca Juga: Respon Keresahan Diah Widuretno atas Pendidikan

Bersabar dalam Mencari Rezeki

Meski sudah disiapkan kadarnya, rezeki perlu diupayakan. Makanan yang sudah disediakan Allah perlu dicari dan diupayakan. Kita tidak dapat merasakan nikmatnya makanan halal jika tidak mengupayakan cara yang halal untuk mendapatkannya. Begitu pula rezeki dalam bentuk ketenangan hati. Ia tidak akan datang tanpa ketulusan beribadah dan hati yang bersih.

Baca Juga  Sejarah dan Perkembangan Kamera di Dunia

Namun, hadis dan ayat di atas menjelaskan bahwa manusia tidak perlu khawatir saat ia bekerja dalam mencari rezeki Allah. Mana kala pintu rezeki tertutup, maka Allah akan bukakan pintu rezeki lainnya.

Selain bekerja, bersabar adalah salah satu bentuk mengupayakan rezeki tersebut. Dalam hadis Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Ibnu Majah no. 2144, dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani).

Artikel Terkait