Sifat Perusak Masyarakat Menurut Ajaran Islam

 Sifat Perusak Masyarakat Menurut Ajaran Islam

Kitapastibisa.id – Sifat Perusak Masyarakat Menurut Ajaran Islam – Kompas

Sifat Perusak Masyarakat Menurut Ajaran Islam – Semakin hari, umat muslim semakin dekat dengan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam tentang hari akhir. Salah satu tandanya ialah kembalinya manusia kepada sifat-sifat jahiliah. Yang disadari atau tidak, sifat-sifat tersebut masih ada hingga saat ini.

Terdapat sejumlah riwayat mengenai sifat-sifat orang jahiliah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan bahwa orang-orang jahiliah adalah mereka yang enggan menjalankan ajaran agama. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah,

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” (QS. Al-Baqarah: 170).

Ayat tersebut menjelaskan salah satu sifat yang bercokol hingga saat ini ialah tidak meninggalkan adat yang bertentangan dengan ajaran agama. Sifat-sifat orang jahiliah kerap merasuki sebagian umat islam. Sifat tersebut tidak hanya melanggar ketetapan Allah, namun juga dapat merusak sebuah masyarakat. Lantas, apa sajakah itu?

Baca Juga: Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16

Baca Juga  Tips Untuk  Menjaga Kesejukan Rumah

Berikut 4 Sifat Perusak Masyarakat Menurut Ajaran Islam.

1. Berprasangka Buruk

Sikap pertama yakni berprasangka buruk, Allah berfirman dalam surat Al Imran ayat 154,

“Sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?.” Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah.”

Ayat tersebut bercerita mengenai sebagian umat muslim yang berprasangka buruk kepada Allah di tengah perang Uhud. Kala situasi berbalik, mereka merasa takut dan cemas yang sangat amat berat. Sehingga kondisi itu membuat mereka mempertanyakan agama mereka.

Muncul anggapan bahwa Allah telah meninggalkan mereka hingga berprasangka bahwa Allah telah berdusta.

2. Mengambil Pendapat dari Orang yang Tidak Pantas

Selanjutnya dalam surat Al-Maidah ayat 50, Allah berfirman,

“Apakah mereka mau mencari hukum Jahiliyah. Siapa yang lebih baik hukumya bagi orang yang yakin?” (QS. Al-Maidah: 50)

Pada ayat tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala hendak menegur manusia yang mencari pembenaran atas perbuatannya yang menentang ajaran agama. Sementara mencari pendapat orang lain perihal perkara agama, khususnya membenarkan perilakunya yang salah merupakan bentuk konkrit dari sifat tersebut.

Baca Juga  Pelopor Batik Nasional Bernama RA Kartini

Secara definitif, Al-Hasan Al-Bashri mengatakan “man hakama bi ghairi hukmillah, fahakamal jahiliyyah (siapa yang berhukum dengan selain hukum Allah, itulah berhukum dengan hukum jahiliyah).”

3. Bersolek Berlebihan atau Tabaruj

Dalam surat Al-Ahzab ayat 33, Allah berfirman,

“Hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu, dan tegakkanlah shalat.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Bersolek dan memamerkan anggota tubuh kepada lawan jenis merupakan salah satu sifat orang jahiliah masa lalu. Sedangkan Islam melarang baik laki-laki ataupun perempuan untuk memamerkan auratnya ke lawan jenis.

4. Fanatisme Golongan

Selanjutnya ialah Sikap fanatisme golongan yang dapat dikaitkan dengan perilaku sombong. Mereka menganggungkan golongan mereka sehingga tidak mau terbuka kepada informasi, bahkan sebelum mereka pahami. Islam menjelaskan perilaku tersebut sebagai sifat orang jahiliah. Dalam surat Al-Fath ayat 26 Allah berfirman,

“Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mukmin dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya.” (QS. Al-Fath: 26).

Baca Juga  Waspada Futur, Penyakit Kendurnya Iman

Artikel Terkait