Siapakah yang Wajib Menafkahi Orang Tua?

 Siapakah yang Wajib Menafkahi Orang Tua?

Kitapastibisa.id – Siapakah yang Wajib Menafkahi Orang Tua? – dataislam

Siapakah yang Wajib Menafkahi Orang Tua? – Saat ini banyak dari saudara kita yang terjebak dalam fenomena generasi sandwich. Istilah tersebut menggambarkan kondisi di mana seseorang terhimpit dua tanggungan, yakni tanggungan orang tua dan tanggungan anak-istri. Bagi sebagian orang, kondisi tersebut kian mencekik.

Membayar kebutuhan hidup keluarga yang terdiri dari satu orang anak dan satu orang istri merupakan hal yang tidak mudah. Bagi generasi sandwich, mereka juga harus menafkahi orang tua mereka. Meski terdengar berat, ini adalah bentuk berbakti kepada orang tua. Allah SWT berfirman,

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)

Berbuat baik diwujudkan pula dalam bentuk menafkahi orang tua. Namun, bagaimana hukumnya menafkahi orang tua dalam Islam?

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Yang Bisa Disebut Ustaz?

Kondisi Menafkahi Orang Tua Menjadi Wajib

Mengenai hal tersebut, terdapat kondisi tertentu di mana hal tersebut menjadi wajib. Hal ini harus ditinjau berdasarkan kasus masing-masing. Al-Qadhi Abu Syuja rahimahullah dalam kitab Matan Al-Ghayah wa At-Taqrib menyatakan 3 syarat kondisi tersebut menjadi wajib:

Baca Juga  Rizka Fatimah Penulis Komik Anti Bullying

Nafkah anak untuk kedua orang tua dihukumi wajib ketika memenuhi dua syarat:

  1. Miskin dan tidak kuat dalam mencari nafkah, atau
  2. Miskin dan gila (hilang ingatan)

Nafkah seseorang pada anak-anaknya dihukumi wajib ketika memenuhi tiga syarat:

  1. Miskin dan masih kecil (belum baligh), atau
  2. Miskin dan belum kuat untuk bekerja, atau
  3. Miskin dan gila (hilang ingatan)

Hal serupa juga disampaikan oleh Ibnul Mundzir. Menurut sebagian besar ulama, wajib bagi anak memberi nafkah untuk kedua orang tuanya yang fakir yaitu tidak punya pekerjaan apa-apa dan juga tidak punya harta.

Lantas, bagaimana jika kedua orang tua masih mampu dan anaknya memberikan penghasilannya kepada mereka? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apa yang engkau berikan untuk memberi makan dirimu sendiri, maka itu adalah sedekah bagimu, dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan anakmu, maka itu adalah sedekah bagimu, dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan orang tuamu, maka itu adalah sedekah bagimu. Dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan isterimu, maka itu adalah sedekah bagimu, dan apa yang engkau berikan untuk memberi makan pelayanmu, maka itu adalah sedekah bagimu”. (HR Ibnu Majah, 2138; Ahmad, 916727; dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah, 1739.)

Baca Juga  Kristen Stewart Bicara Tentang Orientasi Seksualnya

Apapun yang diberikan kepada orang tua oleh anaknya adalah amalan baik. Maka, niatkanlah dalam hati untuk selalu berbakti kepada orang tua. Semoga Allah memberikan kita semua kekuatan untuk terus berbakti kepada orang tua.

Artikel Terkait