Siapakah Itu Orang Munafik Menurut Islam

 Siapakah Itu Orang Munafik Menurut Islam

Kitapastibisa.id – Siapakah Itu Orang Munafik Menurut Islam – Padangkita

Siapakah Itu Orang Munafik Menurut Islam – Para sahabat Nabi merupakan orang-orang yang sangat takut menjadi munafik. Mereka selalu berhati-hati dalam setiap perbuatannya agar tidak terjerumus pada sifat tercela itu. Dikutip dari khazanah, Ibrahim Tamini seorang tabi’in, menjadi saksi akan perangai tersebut.

”Setiap aku membandingkan ucapanku dengan perbuatanku, aku takut jika aku digolongkan sebagai seorang munafik, karena ada ucapanku yang berbeda dengan perbuatanku,” kata dia.

Sahabat begitu takut dicap sebagai munafik. Berbeda dengan orang yang fasik, orang-orang munafik kekal di dalam neraka. Dalam firman-Nya Allah mengancam mereka dengan balasan yang sungguh pedih. Dalam firman-Nya,

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. (QS. an-Nisa: 145)

Munafik adalah sebutan bagi orang yang melakukan perilaku nifaq. Hudzaifah ibnul Yaman dalam kitab Hilyatul Auliya’ pernah ditanya,

“Siapakah munafik? Ia lantas menjawab, “Orang yang mengaku Islam, namun tidak mengamalkan ajaran Islam.”

Baca Juga  Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

Sikap nifaq secara umum adalah menyembunyikan kekafiran dalam hati dengan menampakkan keimanan. Antara hati dan perbuatan tidak serupa. Begitu sederhananya. Secara umum, nifaq dapat dibagi menjadi dua, yakni nifaq besar (nifaq i’tiqadi) dan nifaq kecil (nifaq amali).

Nifaq akbar dimaknai sebagai menyembunyikan kekafian. Hal ini terwujud dalam menampakkan keimanan kepada Allah, malaikat, kitab, para rasul, dan hari akhir, namun kondisi batinnya ragu dan ingkar terhadapnya. Nifaq akbar merupakan dosa besar yang mampu mengeluarkan pelakunya dari Islam.

Sedangkan nifaq kecil atau nifaq amali merupakan pengingkaran terhadap amalan sunah dan mubah. Ini termasuk di dalamnya berbohong, mengingkari janji, menyembunyikan perkara baik dan buruk.

 

Baca Juga: Agustinus Rumere, Anak Papua di dalam Uang 75.000

 

Ciri-ciri Orang Munafik

Imam Al Auza’i dalam Hilyatul Auliya’ mengatakan,

“Sifat seorang mukmin adalah sedikit bicara, banyak beramal. Sedangkan sifat orang munafik adalah banyak ngomong, namun amalannya sedikit.”

Ini menunjukkan bahwa seorang umat muslim yang taat harus mampu menjaga lisan dan perilakunya. Lantas, ciri-cirinya adalah kebalikan dari sifat orang mu’min. Masih dalam Hilyatul Auliya’, Wahb bin Munabbih mengatakan tentang orang munafik,

Baca Juga  Menjaga Dapur Bersih Dan Rapi Sepanjang Hari

“Di antara sifat orang munafik adalah gila pujian dan benci celaan.” (Hilyatul Auliya’, 4: 41).

Ciri-ciri pertama adalah gila pujian dan benci celaan. Ia merasa dirinya ingin selalu lebih dari orang lain dan benci jika dirinya melakukan kesalahan. Di balik hal tersebut, ia memiliki sifat hasad atau dengki terhadap kebahagiaan orang lain. Ia memiliki keinginan untuk menjatuhkan orang lain.

Ciri-ciri selanjutnya disampaikan oleh Hatim Al Ashom. Beliau berkata,

“Orang munafik mengambil dunia dengan rasa tamak, melindungi harta tersebut dengan penuh keragu-raguan dan menginfakkan dengan riya’ (cari pujian). Sedangkan orang mukmin mengambil harta dengan penuh kekhawatiran, ia menahannya dengan kuat lalu menginfakkannya dengan ikhlas di jalan ketaatan.” (Hilyatul Auliya’, 8: 79)

Memiliki sifat tamak merupakan ciri selanjutnya. Di balik sikap rakus tersebut, seorang munafik kerap memamerkan kekayaannya atau sifat baiknya. Hal ini disebut sebagai riya.

Dalam riwayat lainnya, orang munafik dapat dilihat dari tiga perkara. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga  Kanye West Musisi dengan Penghasilan Tertinggi Tahun 2020

“Di antara tanda munafik ada tiga: jika berbicara, dusta; jika berjanji, tidak menepati; jika diberi amanat, ia khianat.” (HR. Muslim no. 59)

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menghindarkan kita dari sifat munafik serta keburukan tersebut.

Artikel Terkait