Siapa Sebenarnya Yang Bisa Disebut Ustaz?

 Siapa Sebenarnya Yang Bisa Disebut Ustaz?

Kitapastibisa.id – Siapa Sebenarnya Yang Bisa Disebut Ustaz? – Hops

Ustaz merupakan sebutan warga Indonesia kepada mereka yang ahli agama. Namun, sering kali kata tersebut disematkan ke sembarang orang. Asalkan ia mampu bertutur baik dan merapalkan ayat suci Alquran, ia dapat disebut ustaz. Lantas, makna dari kata tersebut dapat berubah makna.

Sejatinya, sebuah kata harus selaras dengan makna dari kata itu sendiri. Misal, apa yang disebut pohon adalah pohon, bukan sebuah tonggak kayu dengan lumut yang menyelimutinya. Begitu juga dengan memaknai kata ‘ustaz’. Jika maknanya berubah, maka perilaku kita terhadapnya pun akan terpengaruhi.

Ustaz sendiri tidak berasal dari bahasa Arab. Dikutip dari almunawwar.or.id kata ini berasal dari luar Arab atau disebut Ajam. Sedangkan dalam kamus Al’Mujamul Wasith, kata ini sendiri memiliki beberapa makna. Beberapa makna tersebut adalah guru pengajar, orang yang ahli dalam sebuah bidang, gelar akademis di level yang tinggi dalam sebuah universitas.

Kata ini dimaknai sebagai panggilan terhadap seorang cendekiawan. Tidak sembarang orang boleh dipanggil dengan sebutan ini. Menurut situs tersebut, tidak pantas seseorang disebut ini jika tidak menguasai setidaknya 12 ilmu bidang studi.

Baca Juga  Antara Sehat dan Kaya Mana yang Lebih Utama?

Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ustaz adalah sapaan pada guru agama atau guru besar. Meski dalam KBBI disebutkan bahwa kata tersebut kerap digunakan sebagai sapaan, namun seyogyanya sapaan tersebut diberikan kepada orang yang berilmu.

Baca Juga: Mengenal Pesantren yang Tak Hanya Belajar Ilmu Agama

Siapa yang Pantas Disebut Ustaz?

Pada umumnya, kata ustaz dilontarkan seseorang ketika ia takjub pada kemampuan orang lain. Oleh karena kepiawaiannya dalam sebuah bidang. Ini juga berlaku dengan para akademisi dan cendekiawan yang kerap muncul di layar televisi.

Secara umum, ahli dan pakar ilmu pengetahuan–tidak melulu harus agama–pun dapat disebut sebagai ustaz. Misalkan, ilmu hukum, ilmu fisika, dan lain sebagainya. Ini disampaikan oleh Imam Al Hafidz abu Kihtob bin Dahiyat. Dalam kitabnya, ia menjelaskan bahwa kata ini tidak merujuk pada satu sosok tertentu.

Antara makna dan kenyataan sedikit melenceng. Fakta di Indonesia, gelar ustaz dapat disematkan oleh siapa saja kepada mereka yang memiliki ilmu agama. Boleh jadi, ini adalah bentuk penghormatan bagi para penuntut ilmu agama yang telah membimbing masyarakat dalam ajaran agama Islam.

Baca Juga  Ratna Somantri dan Kecintaannya Pada Dunia Teh

Artikel Terkait