Sering Bangun Siang Menyebabkan Kematian Dini

 Sering Bangun Siang Menyebabkan Kematian Dini

Kitapastibisa.id – Sering Bangun Siang Menyebabkan Kematian Dini – Blibli

Sering Bangun Siang Menyebabkan Kematian Dini – Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International mencoba mengamati tipe bangun tidur dari orang berumur 38 hingga 73 tahun. Mereka mencoba memprediksi apa yang akan terjadi pada mereka setelah 6 setengah tahun kemudian jika mereka mempertahankan tipe bangun tidur tersebut.

Terdapat dua tipe, yakni bangun lebih pagi dan bangun lebih siang. Hasil temuannya, dari 433.000 orang yang bangun siang, terdapat 10 persen berisiko mengalami kematian dini. Penelitian tersebut juga mengungkap risiko lainnya dari bangun siang, yakni penyakit mental dan fisik.

Kematian dini dinilai lebih rentan terjadi pada mereka yang bangun siang. mereka yang tidur larut malam, sekitar 90 persen memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan psikologis. Selain itu, 30 persen kemungkinan memiliki diabetes dan rentan terhadap gangguan pencernaan serta neurologis.

Kristen Knutson, associate professor neurology di Northwestern University Feinberg School of Medicine, menyampaikan beberapa hal yang menyebabkan mengapa bangun siang tidak sehat. Di antaranya adalah tidur yang tidak cukup dan makan di waktu yang salah.

Baca Juga  Hubungan Cinta yang Sehat dan Kuat

“Makan di waktu yang salah, tidak cukup berolahraga, tidak cukup tidur, terbangun di malam hari sendirian, mungkin obat-obatan atau penggunaan alkohol bisa menjadi tekanan psikologis Anda,” jelas Kristen Knutson.

Salah satu penyebab bangun siang adalah begadang. Untuk menjelaskan fenomena tersebut, Malcolm von Schantz, profesor kronobiologi di University of Surrey, dan seorang penulis, mengaitkannya dengan masalah kesehatan masyarakat.

“Kita harus membahas bagaimana orang yang suka begadang bisa menyelesaikan pekerjaan mereka secara lebih praktis dan kita perlu penelitian lebih lanjut tentang bagaimana cara membantu mereka menjaga jam tidur agar bisa bangun lebih pagi,” jelasnya.

Baca Juga: Tips Aman Bekerja Seharian di Ruangan Ber-AC

Apa Penyebab Begadang?

Seperti yang dijelaskan oleh Malcolm, begadang punya kaitan dengan kesehatan masyarakat. Hal ini sesuai dengan hasil studi peneliti dari Center for Human Sleep Science di University of California, Berkeley. Menurut Eti Bin Simon selaku ketua peneliti tersebut begadang boleh jadi disebabkan oleh rasa kesepian. Menurut mereka orang-orang yang kurang tidur akan merasa kesulitan mempertahankan kedekatan fisik dengan orang lain.

Baca Juga  Terapi Dengan Melakukan Olahraga Rafting

“Mungkin bukan kebetulan bahwa pada dekade sebelumnya kita telah mengamati peningkatan rasa sepi dan pengurangan dramatis dari durasi tidur. Tanpa tidur yang cukup, kita menjadi menutup diri secara sosial, dan tak disadari kita merasa kesepian,” jelas Eti Bin Simon.

Penelitian tersebut juga menyebutkan rasa kesepian dapat menular. Ini memiliki kaitan dengan peningkatan rasa kesepian dan pandemi covid-19. Orang yang kesepian memunculkan aura negatif yang terlihat dari raut wajah mereka yang kurang tidur. Ini secara tidak langsung mempengaruhi mereka yang melihatnya. Bahkan bisa menular.

“Secara keseluruhan, ini semua pertanda baik jika kamu tidur selama 7 hingga 9 jam semalam. Tetapi tidak begitu baik jika kamu terus-menerus mengganti (pola) tidurmu. Catatan positifnya, satu malam tidur nyenyak membuatmu akan lebih mudah bersosialisasi, percaya diri, dan akan menarik di mata orang,” kata salah satu penulis, Matthew Walker, seorang dosen psikologi dan neurosains di UC Berkeley.

Sebaliknya, mereka yang cukup tidur terlihat lebih cerah dan mudah bersosialisasi. Peneliti juga mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan mereka yang tidur cukup memiliki umur panjang. Begitu juga sebaliknya, mereka yang kurang tidur boleh jadi berisiko mengalami kematian dini.

Baca Juga  Kebun Roti Berbagi Cemilan Sehat untuk Tubuh

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *