Seperti Apa Ciri-ciri Orang Bertakwa?

 Seperti Apa Ciri-ciri Orang Bertakwa?

Seperti Apa Ciri-ciri Orang Bertakwa?

Seperti Apa Ciri-ciri Orang Bertakwa – Manusia diciptakan dengan berbagai sifat dan watak yang berbeda-beda. Dalam perbedaan tersebut, manusia diminta untuk mengisi kekurangan satu sama lain dengan saling mengenal satu sama lain. Hal tersebut disampaikan dalam surat Al-Hujurat ayat 13 yang berbunyi,

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dalam ayat tersebut disebutkan terdapat orang yang terbaik di tengah keragaman sifat, watak dan wujud manusia. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat tersebut bahwa orang yang terbaik nan mulia adalah orang yang bertakwa. Lantas, seperti apa orang yang bertakwa itu?

Mengacu pada tafsir Ath Thobari rahimahullah, kemuliaan seorang manusia tidak terletak pada status, harta, ataupun keturunan. Beliau berkata, “Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian –wahai manusia- adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.” (Tafsir Ath Thobari, 21:386).

Baca Juga  Apa Itu Kecerdasan yang Sia-Sia?

Baca Juga: Bercanda Menurut Koridor Ajaran Islam

Cara Memahami Orang yang Bertakwa

Untuk memahami seperti apa orang bertakwa itu, Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan salah satu ciri-ciri orang yang bertakwa. Dalam surat Ibrahim ayat 27 Allah berfirman,

“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27)

Syaikh As-Sa’di menafsirkan dalam kitabnya bahwa surah Ibrahim ayat 27 menunjukkan sifat orang beriman adalah ia yang mewujudkan imannya pada perilakunya sehari-hari. Ia berkata,

“Allah akan mengokohkan hamba yang beriman di mana mereka adalah yang memiliki iman yang sempurna sehingga diwujudkan pada amalan jawarih (anggota badan). Allah akan mengokohkan mereka pada kehidupan dunia ketika datang berbagai syubhat (kerancuan dalam beragama) sehingga mendapatkan hidayah hingga rasa yakin yang kuat. Begitu pula Allah akan mengokohkan mereka dari berbagai syahwat sehingga mereka mendahulukan kecintaan kepada Allah daripada keinginan diri dan hawa nafsu.”

Baca Juga  6 Perbuatan Baik Yang Mengantarkan Pada Surga

Sifat Orang yang Bertakwa

Berkenaan dengan iman yang terwujud dalam perilaku, orang beriman memiliki setidaknya 4 sifat sebagai wujud implementasi keimanannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan dalah surat Qaf ayat 31 sampai 33 yang berbunyi,

“Dan didekatkanlah surga itu kepada orang-orang yang bertakwa pada tempat yang tiada jauh (dari mereka). Inilah yang dijanjikan kepadamu, (yaitu) kepada setiap hamba yang selalu kembali (kepada Allah) lagi memelihara (semua peraturan-peraturan-Nya). (Yaitu) orang yang takut kepada Rabb yang Maha Pemurah sedang Dia tidak kelihatan (olehnya) dan dia datang dengan hati yang bertaubat, masukilah surga itu dengan aman, Itulah hari kekekalan. Mereka di dalamnya memperoleh apa yang mereka kehendaki; dan pada sisi Kami ada tambahannya.” (QS. Qaaf: 31-35)

Sifat pertama, yakni awwab. Ubaid bin ‘Umair rahimahullah menjelaskan bahwa awwab berarti mengingat akan dosa yang ia lakukan, kemudian memohon ampun kepada Allah atas dosa tersebut.

Sifat yang kedua adalah hafizh. Secara sederhana, hafizh dapat diartikan sebagai orang yang menjaga amanah. Hal tersebut disampaikan oleh Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma sebagaimana ia mengatakan,

Baca Juga  Harmoni Kerajaan Turki Utsmani dengan Aceh pada Abad ke-16

“Ia menjaga amanat yang Allah janjikan untuknya dan ia pun menjalankannya.”

Dalam ayat 33 surat Qaf disebutkan mereka yang takut kepada Rabb-nya merupakan salah satu ciri orang beriman yang ketiga. Ayat ini menjelaskan bahwa rasa takut seorang hamba pada Rabb-nya akan diwujudkan dalam kepatuhannya terhadap ketentuan serta perintahnya.

Sifat yang keempat adalah hati yang muniib. Maksud dari muniib sebagaimana Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan yakni kembali kepada Allah dengan cara bertaubat dari bermaksiat pada Allah, serta diiringi perbuatan ketaatan dan mencintai ketaatan. Secara sederhana, orang yang bertakwa ialah mereka yang membenci maksiat dan mencintai ketaatan demi menjaga hatinya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *