Seluk-Beluk Gotong Royong Ala Indonesia

 Seluk-Beluk Gotong Royong Ala Indonesia

kitapastibisa.id – Seluk-Beluk Gotong Royong Ala Indonesia – kbknews

Dari Sabang sampai Merauke, semangat gotong royong mengakar pada masyarakatnya. Meski berbeda sebutannya, namun dalam praktiknya warga melakukannya secara sukarela. Digadang sebagai produk asli Indonesia yang telah hidup dalam kantong masyarakat Indonesia sejak lama. Hingga kini menjadi wajah Indonesia di mata mancanegara.

Berbeda-beda bunyinya, namun memiliki inti kegiatan yang sama, yakni bekerja sama. Di Lombok kegiatan ini disebut basiru. Dalam Basiru, masyarakat Sumbawa akan memberikan bantuan kepada orang yang sedang memiliki hajatan atau keperluan tertentu.

Bentuk yang serupa juga terjadi di Enrekang, Sulawesi. Tradisi gotong royong ketika ada pernikahan atau sebuah acara disebut dengan pabalian oleh masyarakat Enrekang. Contoh lainnya yang dekat dalam kehidupan sehari-hari ialah program kerja bakti yang diadakan oleh lingkungan tempat tinggal.

Budaya gotong royong kerap dimaknai sebagai bentuk kesadaran masyarakat untuk bekerja sama demi kepentingan bersama. Kata kuncinya adalah kerja fisik. Lebih dari sekadar bantuan fisik, melainkan dipupuk melalui kasih sayang. Koentjaraningrat, bapak antropologi Indonesia pernah mengatakan bahwa gotong royong merupakan representasi dari manusia beriman yang mencintai orang lain layaknya ia mencintai dirinya sendiri.

Baca Juga  Kopi Terbaik Produk Asli Indonesia

Baca Juga: Brand Fashion Dunia Kompak Membuat APD Gratis

Menelusur Makna Gotong Royong  yang Lebih Luas

Konsep ini disebut sebagai cikal bakal demokrasi Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Bruce Grant dalam bukunya yang berjudul Indonesia. Seorang akademisi asal Australia tersebut mengungkapkan apa yang ia pelajari tentang Indonesia dalam buku yang ia beri judul sesuai dengan nama dari negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara itu. Dalam bukunya, ia kagum dengan sifat gotong royong yang dimiliki oleh warga Indonesia.

Menurut hasil pengamatannya, gotong royong merupakan aktivitas saling bantu antar warga yang dilandasi oleh atas kekeluargaan. Ia menggambarkan sebuah konsep keluarga dalam masyarakat di mana terdapat kasih sayang antara sesama warga layaknya kasih sayang yang muncul antara ayah dan anak, atau antara orang tua dan anak.

Grant menjelaskan dari sudut pandangnya

Gotong royong tak sekadar perilaku saling membantu. Layaknya sebuah keluarga, kala masalah datang mendera, maka musyarawah antar sesama anggota keluarga harus dilakukan. Tiap anggota keluargnya mempunyai hak untuk memberikan pendapat di mana kepala keluarga memiliki andil untuk memutuskan berdasarkan kesepakatan bersama.

Baca Juga  Kampanye Cegah Pandemi lewat Batik Motif Covid-19

Menurut Grant, sistem gotong royong Indonesia tidak mengenal yang namanya keputusan 1 pihak saja. Seorang kepala keluarga tidak mengambil keputusan jika ia belum mendapatkan masukan dari anggota keluarganya. Ini juga menjelaskan bentuk kesadaran atas tugas dan kemampuan dalam berkontribusi dalam keluarga.

Grant menjelaskan bahwa sistem ini berkembang pada sebuah bentuk kecintaan kepada kepala keluarga yang ia sebut dengan bapakisme. Dimana sistem ini berhasil menimbulkan rasa kasih sayang terhadap kepala keluarga. Sederhananya, Grant ingin menjelaskan bahwa konsep kasih sayang dalam sebuah keluarga diterapkan dalam masyarakat dalam bentuk gotong royong.

Konsep tersebut yang dipercaya menjadi tali yang mampu merajut persatuan di Indonesia. Meski berbeda suku, namun Indonesia tetap satu. Sentimen kekeluargaan yang dipupuk sejak lama menumbuhkan rasa kasih sayang. Hal tersebut membuat masyarakatnya tak ragu untuk membantu satu-sama lain dalam balutan budaya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *