Sejarah dan Perkembangan Kamera di Dunia

 Sejarah dan Perkembangan Kamera di Dunia

Kitapastibisa.id – Sejarah dan Perkembangan Kamera di Dunia – Foldertekno

Sejarah dan Perkembangan Kamera di Dunia – Kamera dikenal luas karena fungsinya untuk menangkap momen dengan menggunakan sensor cahaya yang hasilnya disebut dengan foto. Saat ini hampir setiap orang memiliki kamera, entah kamera DSLR, kamera mirrorless, kamera saku, kamera video, kamera polaroid hingga kamera pada ponsel atau smartphone. Seiring dengan perkembangan digital yang canggih seperti sekarang ini, kamera juga mengalami perkembangan yang begitu pesat dan cepat.

Baca Juga: Perkembangan Kompor dari Masa ke Masa

Obscura

Ditemukan oleh Alhazen sekitar 1.000 setelah Masehi. Kamera dibuat dengan konsep lubang kecil pada kotak gelap yang disinari oleh cahaya dan mampu menghasilkan gambar. Kemudian pada abad ke-11 Joseph Kepler yang mempelajari buku Alhazen tentang optik, berhasil memperbesar proyeksi gambar yang dihasilkan kamera dengan menambahkan lensa negatif di belakang lensa positif. Disusul dengan yang Robert Boyle kemudian juga berhasil membuat kamera kecil tanpa kabel pada tahun 1665.

Daguerreotypes dan Calotypes

Tahun 1837 Joseph Nicephore Niepce bekerja sama dengan Louis Daguerre menemukan konsep fotografi praktis, yang dinamakan Daguerreotypes. Konsep sebuah kotak kecil dengan lubang cahaya, ia menambahkan pelat tembaga dan perak yang ditambahkan dengan uap yodium sehingga kamera generasi ini lebih sensitif terhadap cahaya, gambar kemudian terbentuk melalui uap merkuri dan larutan natrium klorida. Kemudian Henry Fox Talbot menyempurnakan proses terbentuknya gambar dan berhasil menjual Calotype sekitar tahun 1840-an.

Baca Juga  Cinta Itu Dipupuk, Bukan Hadir Tanpa Usaha

Pelat Kering Collidion

Mulai digunakan pada 1857 yang merupakan penemuan Desire Van Monckhoven. 14 tahun kemudian Kamera ini dimodifikasi oleh Richard Leach Maddox yang mampu membuat pelat basah dengan kualitas serta kecepatan gambar yang lebih baik. Hingga pada tahun 1878 ditemukannya emulsi gelatin yang mampu meningkatkan sensitifitas kamera, sehingga kamera bisa mengambil gambar secara lebih spontan.

Kodak dan Film

Mulai diperkenalkan tahun 1888, Kamera ini menggunakan roll film di dalamnya yang kemudian bisa dicetak menjadi foto. Sebenarnya pada tahun 1885, George Eastman telah memulai produksi film kamera, yang kemudian berkembang lagi menjadi seluloid pada tahun 1888-1889. Kamera ini terdiri dari satu buah lensa fokus dan satu shutter speed. Sampai akhirnya di abad ke-19 Eastman berhasil membuat berbagai model kamera film, termasuk kamera berbentuk kotak dan kamera lipat.

Compact dan Canon

Oskar Barnack di Leitz menggunakan film 35 mm untuk membuat kamera yang dapat menghasilkan perbesaran gambar dengan kualitas sangat baik. Sampai pada tahun 1913 terbentuklah prototipe Ur-Leica, kamera 35 mm dan mulai dijual pada tahun 1923. Dari sinilah kemudian muncul perusahaan pembuat kamera yaitu Canon yang berpusat di Jepang. Canon membuat kamera dengan film cine 35 mm, yang bersaing ketat dengan Ur-Leica. Hingga kini Canon terus berinovasi memproduksi berbagai jenis kamera canggih lainnya.

Baca Juga  6 Perbuatan Baik Yang Mengantarkan Pada Surga

TLR dan SLR

TLR (twin-lens reflex) dikenalkan tahun 1928 oleh Franke dan Rolleiflex. Kamera dilengkapi dua lensa objektif dengan panjang focal sama, dengan satu lensa untuk mengambil gambar sementara lensa lain untuk menangkap bayangan. Kemudian tahun 1933 kamera SLR (single-lens reflex) diproduksi, kamera dengan lensa yang sudah dikombinasikan dengan gambar digital. Kamera SLR dipopulerkan oleh perusahaan Jepang bernama Asahi Optical, yang pertama kali meluncurkan kamera SLR 35 mm yang dinamakan Asahiflex.

Kamera Analog

Pada tahun 1981 pembuatan kamera analog dimulai dengan teknik pengambilan gambarnya menggunakan film seluloid (klise/film negatif). Kamera analog yang pertama dibuat adalah Sony Mavica. Namun seiring perjalanannya, kamera analog kurang mendapat antusias masyarakat karena biaya penggunaannya yang sangat mahal, serta kualitas gambar yang kurang baik. Sekarang ini, aplikasi kamera analog banyak dipakai untuk kamera CCTV.

Kamera Digital dan Mirrorless

Fuji pada tahun 1988 mengembangkan kamera dengan kapasitas menyimpan gambar menggunakan kartu memori 16MB, sebelum dikenalkan secara luas tahun 1989. Perkembangan kamera ini adalah awal mula perubahan format foto menjadi JPEG dan MPEG. Sementara itu, kamera DSLR mulai ditemukan oleh Nikon D1 tahun 1999. Hingga saat ini kamera DSLR banyak digunakan para fotografer dengan lensa yang bisa diganti sesuai dengan kebutuhan serta mampu menghasilkan gambar sangat baik dengan resolusi tinggi.

Baca Juga  Hindari Stres Dengan Olahraga Malam Hari

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *