Sejarah Baru Olahraga Tenis Indonesia

 Sejarah Baru Olahraga Tenis Indonesia

beritapapua.id – Sejarah Baru Olahraga Tenis Indonesia – olahraga.biz.id

Sejarah Baru Olahraga Tenis Indonesia – Olahraga Indonesia pernah sangat disegani di tingkat Asia Tenggara, bahkan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Bahkan negara-negara Asia Tenggara belajar kepada Indonesia. Tenis merupakan salah satu cabang olahraga yang sudah lama tidak terdengar catatan prestasinya di Indonesia.

Prestasi tenis lapangan Indonesia di mata publik internasional barangkali hanya identik dengan nama Yayuk Basuki. Namun, tenis lapangan Indonesia pun pernah menjadi sorotan karena punya turnamen Wismilak International. Mulai digelar di Surabaya pada 1994, Wismilak International adalah turnamen tenis perempuan kelas tiga, dua kelas di bawah Grand Slam.

Setelah sekian lama tidak terdengar catatan prestasi dari dunia tenis, awal tahun ini, Indonesia mendapat angin segar dengan prestasi Indonesia di ajang olahraga tenis. Petenis Indonesia Christopher Rungkat mencatat sejarah. Dia meraih gelar pertamanya tahun ini.

Baca Juga: Mengebut, Debut Micah di Putaran Satu Kejurnas Gokart

Kampiun Maharashtra Open 2020

Pada final turnamen berlevel ATP Tour 250 yang digelar di Pune, India (9/2) itu, Christo yang berpasangan dengan petenis Swedia Andre Goransson meraih kemenangan atas ganda unggulan ketiga Jonathan Erlich (Israel)/Andrei Vasilevski (Belarusia) 6-2, 3-6, 10-8.

Baca Juga  Keberagaman Bangsa Membutuhkan Pendidikan Kontekstual

Kemenangan pada Maharashtra Open itu juga menjadi gelar ATP pertama sepanjang karir peraih emas ganda campuran Asian Games 2018 dan SEA Games 2019 itu.

Christo/ Goransson sejatinya tidak diunggulkan dalam ajang ini. Namun, mereka sukses menyelamatkan enam dari tujuh break point pada final. Dan forehand terarah Christo, membuat mereka menjadi juara setelah menyelesaikan laga selama 71 menit.

Ini merupakan penampilan kelima Christo berpasangan dengan Goransson dengan hasil terbaik sebelumnya menjadi runner-up di Hyogo Noah Challenfer di Kobe, Jepang.

Tahun lalu, Christo mencapai final ATP Sofia Open saat berpasangan dengan Hsieh Cheng-peng dari Taiwan. Gelar Christo ini, juga merupakan catatan besar bagi tenis Indonesia. Sebab, untuk kali pertama dalam sejarah, akhirnya ada seorang pemain Indonesia yang menjadi juara pada ajang ATP.

Dengan keberhasilannya itu, Christo berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar USD 15.450 (sekitar Rp 213 juta).

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *