Sebab Sujud Sahwi dan Cara Melakukannya

 Sebab Sujud Sahwi dan Cara Melakukannya

Kitapastibisa.id – Sebab Sujud Sahwi dan Cara Melakukannya – NU

Sebab Sujud Sahwi dan Cara Melakukannya – Pernahkah Anda lupa rakaat dalam salat Anda? Atau lupa dalam melaksanakan salah-satu gerakan dalam salat? Sebagai manusia, lupa dan lalai adalah hal yang lazim. Namun, lalai dalam salat perlu diganti dengan sujud sahwi. Hal ini disampaikan dalam hadis dari ‘Abdullah bin Buhainah radhiyallahu ‘anhu,

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melaksanakan salat Zhuhur namun tidak melakukan duduk (tasyahud awal). Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali, dan beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk sebelum. Beliau lakukan seperti ini sebelum salam. Maka orang-orang mengikuti sujud bersama beliau sebagai ganti yang terlupa dari duduk (tasyahud awal).” (HR. Bukhari no. 1224 dan Muslim no. 570)

Berasal dari kata sahwu yang artinya lalai dari sesuatu. Dalam konteks salat, maka diartikan sebagai adanya kelalaian dalam salatnya.

Dilakukan dengan cara dua kali sujud pada akhir shalat atau setelah shalat untuk menutupi kekurangan. Serta niatan untuk membayar kelalaian ketika lupa (idhafah al-musabbab lis sabab) suatu hal dalam salat. Ini artinya orang yang tidak tahu bahwa ia lupa tidak melakukan sujud sahwi.

Baca Juga  Siapakah Itu Orang Munafik Menurut Islam

Secara umum sujud sahwi disebabkan oleh tiga hal: adanya penambahan gerakan, adanya kekurangan gerakan, atau ragu dalam salat. Lebih rinci lagi Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menjelaskan sebabnya dalam kitabnya Manhajus Salikin,

  1. Seseorang menambah dalam shalatnya rukuk, sujud, berdiri, atau duduk dalam keadaan lupa.
  2. Kekurangan sesuatu dari yang disebutkan tadi, maka ia melakukannya kembali lalu melakukan sujud sahwi.
  3. Meninggalkan salah satu wajib shalat dalam keadaan lupa.
  4. Ragu-ragu adanya penambahan atau pengurangan.

Baca Juga: Berdoa Maka Allah Akan Mengabulkan

Tata Cara Melakukan 

Sebab Sujud Sahwi dan Cara Melakukannya
Kitapastibisa.id – Tata Cara Melakukan – Republika

 

Apabila lupa dalam ruku salat seperti rukuk, sujud, berdiri, duduk, begitu pula lupa membaca surah Al-Fatiha, salat harus diulang dan menambahkan sujud sahwi setelah salam. Sedangkan jika meninggalkan gerakan yang di luar rukun salat seperti tasyahud awal, maka cukup melakukannya sebelum salam.

Jika dalam kondisi ragu, misalkan ragu telah salat berapa rakaat maka kaidahnya berbeda lagi. Rasulullah shallallahu alaihi wa salam mengajarkan untuk menghapus keraguan tersebut dengan menentukan mana yang benar dalam keraguan rakaat tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan suju sahwi setelah salam. Namun jika sangat ragu akan jumlah rakaat, pilihlah rakaat yang paling sedikit. Setelah itu lakukan sujud sahwi setelah salam.

Baca Juga  Perkembangan Kompor dari Masa ke Masa

Syaikh As-Sa’di mengatakan jika seseorang lupa hingga meninggalkan sesuatu dari salatnya lalu terlanjur salam sebelum melakukannya. Ia perlu menggantinya di luar salat dan kemudian ditambah dengan sujud sahwi. Namun jika secara ‘urf (menurut kebiasaan) dianggap jeda waktunya sudah lama, maka shalat tersebut diulang. Lihat Ghayah Al-Muqtashidin Syarh Manhaj As-Salikin, hlm. 275.

Sujud sahwi dilakukan dengan dua kali sujud, baik sebelum atau setelah salam. Sujud dilakukan sebagaimana sujud dalam salat dan membaca doa. Sebagian ulama menganjurkan untuk membaca doa ini,

“Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa).

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *