Sagu Bentuk Ketahanan Pangan Dan Kearifan Lokal

 Sagu Bentuk Ketahanan Pangan Dan Kearifan Lokal

Kitapastibisa.id – Sagu Bentuk Ketahanan Pangan Dan Kearifan Lokal – Republika

Sagu Bentuk Ketahanan Pangan Dan Kearifan Lokal – Mengembangkan komoditas lokal menjadi salah satu solusi untuk mengakhiri krisis pangan. Sagu sebagai ikon budaya sekaligus representasi dari falsafah hidup masyarakat setempat perlu mendapat perhatian utama.

Keberlimpahan sagu bisa dimanfaatkan sebagai salah satu potensi kekuatan pangan Indonesia. Hal ini sehubungan dengan luasnya lahan sagu di Indonesia yang mencapai 5,5 juta hektar. Dalam menghadapi masalah pangan, Sagu bisa hadir menjadi solusi alternatif bagi ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah-daerah endemik seperti Maluku, Papua dan daerah-daerah penghasil sagu.

Sagu menjadi salah satu komoditas masyarakat yang telah membentuk tradisi/kebudayaan termasuk kuliner khas masyarakat di wilayah timur Indonesia. Bahkan kebutuhan akan sagu juga mempengaruhi pola dan cara hidup serta pola kerja dari masyarakat setempat.

Dengan menjadikan sagu sebagai solusi alternatif guna menjaga ketahanan pangan nasional. Kita juga ikut dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya serta kearifan lokal lewat hidangan-hidangan lezat yang berbahan dasar sagu.

Baca Juga: Prinsip Alon-Alon Waton Kelakon Dalam Budaya Jawa

Baca Juga  Makna Filosofi Ngalak Air Dari Kutai Lama

Kearifan Lokal Sagu

Sagu Bentuk Ketahanan Pangan Dan Kearifan Lokal
Kitapastibisa.id – Sagu Bentuk Ketahanan Pangan Dan Kearifan Lokal – Wone Papua

Pohon sagu bukan sekadar tumbuhan endemik yang telah menyediakan pasokan pangan alami bagi rakyat selama beberapa abad. Sagu sudah menjadi falsafah hidup dan kearifan lokal masyarakat.

Bagi masyarakat Merauke, Sagu menjadi salah satu tempat sakral yang memiliki arti penting bagi salah satu perkampungan di Merauke adalah hutan Mese. Hutan Mese adalah wilayah dimana pohon-pohon sagu tumbuh liar. Sagu mempunyai nilai sakral yang berhubungan dengan sejarah panjang dari para leluhur tentang pentingnya sagu dalam kehidupan.

I Ngurah Suryawan dalam bukunya bahkan menyebutkan Orang Merauke mempunyai ritual khusus penghormatan terhadap pohon sagu yang disebut keyangeyu dengan seluruh rangkaian ritual menggunakan medium sagu dalam bentuk sef atau makanan tradisional dari sagu.

Sedangkan bagi Provinsi Maluku, terdapat kearifan lokal Bo Ulan Tawei Suat. Yang merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat. Sebab dimata masyarakat sagu dianggap sebagai sosok putri gunung atau seorang ibu yang selalu memberikan perlindungan dan kehidupan kepada mereka.

Baca Juga  Bahaya Terlalu Sering Konsumsi Makanan Instan

Artikel Terkait