Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan Dengan Gelar Pahlawan

 Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan Dengan Gelar Pahlawan

kitapastibisa.id – Rohana Kudus, Jurnalis Perempuan Dengan Gelar Pahlawan – historia

Rohana Kudus merupakan putri dari Mohamad Rasjad Maharadja Sutan yang menjabat sebagai kepala jaksa di Pemerintahan Hindia Belanda. Keluarga Rohana adalah keluarga yang gemar membaca terlebih dari sang ayah. Ayah Rohana sering membawakan buku, majalah dan bahan bacaan lainnya untuk dibawa pulang sehingga Rohana dapat membaca buku-buku tersebut. Karenanya, meskipun Rohana tidak menempuh pendidikan formal, Rohana mampu mengenal abjad latin, Arab dan Arab Melayu di usia belia.

Baca Juga: Singgih Kartono, Sosok Dibalik Radio Kayu Yang Menawan Dunia

Awal Mula Karir Rohana Kudus

Karir jurnalis Rohana dimulai ketika ia menjadi penulis di surat kabar bernama Poetri Hindia pada 1908 sebelum surat kabar tersebut dibredel oleh pemerintah Belanda. Setelahnya, Rohana yang saat itu sudah mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia, yakni sekolah untuk perempuan yang berisikan pelajaran mengenai keterampilan, berkeinginan untuk membuat perempuan memiliki pendidikan yang lebih baik dan diberikan ruang untuk menulis. Akhirnya Rohana mengirimkan surat ke pimpinan redaksi Oetoesan Melajoe (dibaca Utusan Melayu), di Padang yang disambut sangat baik oleh Maharadja, seorang senior wartawan. Tidak hanya diberikan ruang untuk penulis perempuan, bahkan didirikan surat kabar khusus perempuan yang diberi nama Soenting Melajoe (dibaca Sunting Melayu) yang diurus oleh Rohana bersama anaknya yang bernama Ratna Juwita.

Baca Juga  Witan Sulaeman Pemain Indonesia Yang Menembus Sepak Bola Eropa

Sunting Melayu beridiri pada tahun 1911 dan terbit pertama kali pada 10 Juli 1912. Sunting sendiri berarti ‘perempuan’ dan Melayu merupakan perwakilan dari wilayah mereka. Beridirinya surat kabar Sunting Melayu merupakan surat kabar yang diperuntukkan bagi perempuan di seluruh tanah Melayu yang semua penulisnya adalah perempuan dan tulisan-tulisannya bertemakan perempuan. Kiprah Rohana tidak hanya pada surat kabar Putri Hindia dan Sunting Melayu, namun juga pada surat kabar Radio. Rohana menjadi redaktur di surat kabar tersebut pada 1924 sepulangnya dari Medan. Tulisan-tulisan Rohana sendiri pada umumnya berisikan ajakan pada kaum perempuan untuk lebih maju.

Pada dasarnya peran Rohana tidak hanya di bidang jurnalistik, namun juga bidang pendidikan dan pemberdayaan perempuan di lingkungannya. Melalui bidang jurnalistik, rohana mendistribusikan pikiran-pikirannya yang open minded sehingga tumbuhlah semangat baru bagi kaum perempuan saat itu. Perjuangannya dalam membela perempuan juga diterapkan pada bidang pendidikan melalui pengajaran keterampilan-keterampilan pada perempuan di lingkungan tersebut hinga pada suatu waktu hasil dari produksi murid-muridnya dapat diekspor ke Eropa. Hal tersebut karena produk yang dihasilkan memang layak untuk pasar Eropa.

Baca Juga  Mengenal Sosok Kepahlawanan Seorang MT Haryono

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *