Reini D. Wirahadikusumah, Rektor Perempuan Pertama di ITB

 Reini D. Wirahadikusumah, Rektor Perempuan Pertama di ITB

kitapastibisa.id – Reini D. Wirahadikusumah, Rektor Perempuan Pertama di ITB – Warta Kota

Majelis Wali Amanat (MWA) Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menetapkan Prof. Reini D Wirahadikusumah untuk menjabat sebagai rektor periode 2020-2025. Kepastian itu menjadi sejarah baru bagi ITB, karena merupakan kali pertama kampus tersebut dipimpin oleh rektor perempuan.

Terpilihnya Reini sendiri telah ditetapkan lewat surat terbitan MWA ITB Nomor 330/I.1MWA/BA/2019. Perempuan yang akan resmi dilantik pada 20 Januari 2020 tersebut telah melewati berbagai tahapan penyaringan seperti debat terbuka dan pemaparan ide dan gagasan.

Dipilihnya Reini merupakan hasil kesepakatan MWA ITB, Senat Akademik dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Baca Juga: Bahaya Tanning, Rusaknya Jaringan Kulit

Reini Berhasil Mengungguli 34 Pendaftar

Proses pemilihan rektor ITB tersebut telah berjalan sejak Agustus 2015. Awalnya ada 34 jumlah pendaftar. Pendaftar tersebut terdiri dari 29 nama yang berasal dari kampus ITB dan 5 lainnya dari pihak luar.

Jumlah tersebut disaring hingga 30 dan dipilih kembali menjadi 10 bakal calon rektor. Hasilnya 3 nama berhasil menjadi calon rektor ITB yaitu Prof Reini, Prof Jaka Sembiring dan Prof Kadarsah Suryadi yang menjabat sebagai rektor di periode sebelumnya.

Baca Juga  Nadiem Makarim Yang Menjelma Menjadi Menteri

Walaupun menjadi perempuan pertama yang mengemban tanggung jawab besar di salah satu kampus ternama di Indonesia, Reini merasa hal terpenting adalah bagaimana ia dapat berperan untuk memajukan kualitas sumber daya manusia di institusi pendidikan tersebut.

Dilansir dari pikiran-rakyat.com ia mengaku tidak ingin bicara dari sudut pandang gender semata. Menurutnya yang terpenting adalah perempuan dan laki-laki di ITB harus setara tak hanya pada jumlah namun juga kualitas lulusannya.

Reini sendiri sebelumnya telah mengeyam pendidikan strata satu di ITB dan kemudian melanjutkan pendidikan master dan doktornya ke Purdue University.

Sepak terjangnya di dunia pendidikan juga cukup terlihat. Selain pernah menjabat sebagai Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ia juga turut andil dalam beberapa proyek dan memiliki beberapa publikasi.

Beberapa publikasi tersebut di antaranya seperti A Readiness Assessment Model For Indonesian Contractors In Implementing Sustainability Principles yang terbit di Internastional Journal of Construction Management pada 2015, dan Performance-Based Contracting For Roads- Experience Of Australia And Indoneia yang masuk pada Jurnal Procedia Engineering di tahun yang sama.

Baca Juga  Aksamina Woisiri Penggiat Aplikasi Bajalan Untuk Papua

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *