Refleksi Diri Dibulan Ramadhan “Puasa Yang Kerdil”

 Refleksi Diri Dibulan Ramadhan “Puasa Yang Kerdil”

kitapastibias.id – Refleksi Diri Di Bulan Ramadhan “Puasa Yang Kerdil”

Ramadhan

Ramadhan memang memberikan banyak keberkahan tapi tetap berhati-hatilah dengan diri sendiri. Puasa justru bisa menyebabkan batinmu menjadi kerdil. Rasa marah yang timbul dari kelaparanmu adalah kekonyolan, sebab tak ada hakmu untuk membuat orang lain ikut lapar karena puasamu. Begitu kau membiarkan amarah itu terbersit, maka sia-sialah puasamu, gugur pula niatmu.

Ini jenis kejahilan umum orang-orang yang berpuasa. Merasakan rasa lapar tapi membuat imanmu blingsatan, sungguh kekanak-kanakan. Karena sebaik-baik puasa adalah tidak memamerkan kesengsaraanmu, sedangkan seburuk-buruk puasa adalah yang membuatmu menjadi merasa mendadak-suci.

Mereka yang berpuasa tapi ribut dengan rasa laparnya dan menganggap kelaparannya harus dikasihani dan dihormati, sesungguhnya mereka ini masih berpuasa pada tingkat raga. Nabi menilai rendah orang yang berpuasa pada level ini, karena mereka hanya akan mendapatkan haus dan laparnya saja.

Mereka ini hampir sama dengan kelompok yang marah-marah terhadap orang yang tidak berpuasa. Perlu diingat bahwasanya Puasa itu dari Niat bukan dari paksaan. Mengingatkan orang berpuasa memang baik, namun alangkah baiknya lagi jika kita mengingatkanya sesuai dengan ajaran Nabi.

Baca Juga  Olahraga Mudah Bisa Dilakukan Dirumah

Kekerdilan lain orang yang berpuasa adalah melarikan rasa laparnya ke dalam keasyikan pelenaan ragawi, agar kelaparan memperoleh kompensasi atau kehausan bisa disubstitusi. Bentuk pelenaan tertinggi adalah tidur yang tak peduli.

Mereka melakukan “uncivil-sleeping” dengan landasan sebuah hadits yang mengatakan bahwa tidur itu ibadah bagi mereka yang berpuasa padahal hadits itu mengandung sindiran untuk meledek.

Jenis lain kekerdilan yang lebih norak adalah yang berpuasa tapi sepanjang hari terus menumpuk makanan untuk dilantak-habis pada saat azan Magrib tiba. Inilah kekerdilan yang memalukan. Mereka ini sesungguhnya tak pantas berpuasa, dan kalau berpuasa terus merintih dan menyebar-luaskan rintihannya melalui twitter seperti kelakuan sang Mantan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *