Rasa Khawatir Yang Berujung Surga

 Rasa Khawatir Yang Berujung Surga

Kitapastibisa.id – Rasa Khawatir Yang Berujung Surga – Inilah Koran

Rasa Khawatir Yang Berujung Surga – Manusia merupakan makhluk yang lemah. Di balik segala kelebihannya yang Allah berikan kepada mereka, manusia diselimuti sifat-sifat buruk. Contohnya adalah menggunakan akalnya untuk hal yang tidak bermanfaat. Allah ta’ala berfirman,

“Tidakkah mereka merenungi Alquran?! Sekiranya ia bukan dari Allah , pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.” (an-Nisa 4:82)

Alquran menyebut bahwa sebaik-baiknya akal manusia digunakan untuk merenungi kebesaran Allah subhanahu wa ta’ala. Hal ini dikarenakan Alquran merupakan pedoman hidup umat manusia. Di dalamnya terdapat pelajaran yang relevan hingga saat ini.

Salah satu keutamaan merenungi ayat-ayat suci Alquran adalah timbulnya rasa khawatir dan rasa takut. Kedua hal tersebut boleh jadi sebuah wasilah agar seorang muslim dapat memasuki surganya Allah.

Lantas, takut dan khawatir yang seperti apa?

Baca Juga: Menyikapi Corona Dalam Pandangan Islam

Macam-macam Rasa Takut dan Penjelasan

Takut merupakan tabiat yang ada di dalam diri manusia. Tak terkecuali Nabi Musa alaihissalam kala ia tidak sengaja membunuh penduduk mesir. Kemudian, pasukan Fir’aun mencarinya. Kisah tersebut diceritakan dalam surat Al-Qashash ayat 18,

Baca Juga  Menjaga Diri Agar Senantiasa Istiqamah

“Karena itu, jadilah Musa di kala itu merasa takut menunggu-nunggu dengan takut khawatir (akibat perbuatannya)” (QS. Al-Qashash: 18).

Perasaan ini dapat membawa seseorang ke dalam surga dan juga sebaliknya. Dalam Islam, rasa takut dapat dikategorikan menjadi dua, yakni takut yang membawa kebaikan dan takut yang tercela.

Takut dan perasaan yang mampu membawa ke surga adalah takut akan berbuat maksiat dan khawatir akan dosa. Perasaan takut itu mendorong setiap muslim untuk menjaga dirinya dari perbuatan maksiat. Marilah kita contoh sahabat Nabi yang sudah dijamin masuk surga, namun masih takut akan dosa-dosanya.

Ia adalah Umar bin Khattab. Di saat terakhirnya, ia masih khawatir akan dosa-dosanya. Bahkan, beliau mengucapkan,

 “Celakalah aku jika Allah tidak mengampuniku.”

Sebaliknya, perasaan takut dapat menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Perasaan takut itu terwujud dalam beberapa bentuk. Pertama, takut beribadah. Ini adalah bentuk rasa takut berlebihan kepada Allah, sehingga seorang muslim putus asa dari rahmat-Nya. Kedua, takut kepada makhluk Allah seperti hantu, takhayul, atau manusia. Perbuatan ini bisa saja digolongkan dalam perbuatan syirik kecil.

Baca Juga  Makna Menyendiri dan Terasing dalam Islam

Kala rasa takut melanda, maka berlindunglah kepada Allah. Untuk itu, amalkanlah doa ini kala diri merasa takut dan khawatir, Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Hanya kepada Allah kami bertawakkal.

Artikel Terkait