Putri Ariani Penyanyi Tunanetra Bersuara Merdu

 Putri Ariani Penyanyi Tunanetra Bersuara Merdu

Kitapastibisa.id – Putri Ariani Penyanyi Tunanetra Bersuara Merdu – Indosport

Putri Ariani Penyanyi Tunanetra Bersuara Merdu – Ariani Risma Putri atau Putri Ariani adalah penyanyi cilik berbakat indonesia asal Yogyakarta. Putri lahir saat usia kandungan 6 bulan, dari pasangan Ismawan Kurnianto dan Reni Alfianty. Dengan keadaan ibunya yang mengalami plasenta previa selama kehamilan, Putri pun harus lahir secara prematur 3 bulan lebih cepat.

Putri adalah pemenang dalam kompetisi bergengsi ‘Indonesia’s Got Talent’ dan salah satu penyanyi dalam theme song ‘Asian Para Games 2018’. Selain itu, Putri juga sempat mengikuti ‘The Voice Kids Indonesia Season 2’.

Awal bulan Agustus lalu Putri merilis lagu perdananya, yang bertajuk “Lepaskan aku” kepada khalayak pendengar Musik Indonesia. Single ini menceritakan tentang sebuah perspektif perasaan dan perjuangan wanita yang ingin keluar dari hubungan toxic. Diceritakan bahwa pria di dalam lagu ini secara terus menerus melakukan perselingkuhan dan sebagai wanita, selalu saja dapat memaafkan pria yang di cintainya.

Bersuara merdu dan penuh penghayatan membuat siapapun yang mendengarkan tersentuh hatinya. Putri berhasil menunjukan pada dunia tidak ada keterbatasan, siapapun bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu. Karena itu ia giat mengasah bakat nya dengan menyanyikan dan mengaransemen ulang lagu milik penyanyi lain lewat akun YouTube miliknya ‘Putri Ariani Official’.

Baca Juga  Sepatu Ramah Lingkungan dari Bahan Alga

Baca Juga: Roti Ubi, Camilan Viral Khas Korea Selatan

Mengenal Gejala dari Penyakit Plasenta Previa

Putri Ariani Penyanyi Tunanetra Bersuara Merdu
Kitapastibisa.id – Putri Ariani Penyanyi Tunanetra Bersuara Merdu – Cyber Tokoh

Plasenta previa terjadi ketika sebagian atau keseluruhan plasenta menutupi serviks yang merupakan pembukaan rahim. Bayi akan berpindah dari rahim ke serviks dan melalui jalan lahir selama persalinan pervaginam. Gejala utama dari plasenta previa adalah perdarahan tanpa rasa nyeri pada kehamilan trimester kedua atau ketiga.

Hingga saat ini, belum jelas hal apa yang bisa menyebabkan salah satu gangguan plasenta ini. Sebab, kondisi ini hanya bisa terdeteksi ketika kehamilan telah terjadi, meski baru beberapa minggu. Plasenta sendiri baru terbentuk ketika seorang wanita sedang hamil. Sebelum kehamilan, tabung penghubungan nutrisi dari ibu ke janin tersebut belum bisa terdeteksi.

Wanita hamil dengan kondisi seperti ini biasanya disarankan untuk menghindari beberapa kegiatan yang dapat menyebabkan kontraksi. Seperti berhubungan seksual, douching atau mencuci vagina dengan larutan khusus, menggunakan tampon, atau melakukan kegiatan yang bisa meningkatkan perdarahan.

Jika ibu mengalami perdarahan yang tidak terlalu banyak, sebaiknya jangan panik dan usahakan lakukan bed rest. Meskipun tidak membutuhkan perawatan rumah sakit, tetap harus waspada dan segera mencari pertolongan medis apabila perdarahan memburuk. Dokter kandungan akan menyarankan agar bayi dilahirkan secepatnya melalui operasi caesar.

Baca Juga  Roti Bagel, Sarapan Nikmat dan Mengenyangkan

Artikel Terkait