Prinsip Alon-Alon Waton Kelakon Dalam Budaya Jawa

 Prinsip Alon-Alon Waton Kelakon Dalam Budaya Jawa

Kitapastibisa.id -Prinsip Alon-Alon Waton Kelakon Dalam Budaya Jawa – Pundung Sari

Prinsip Alon-Alon Waton Kelakon Dalam Budaya Jawa – Prinsip Alon-alon waton kelakon kerap diartikan dengan tak apalah bila kita lambat asal selamat. Kadang banyak orang beranggapan bahwa kita harus mengambil langkah yang lambat dalam menjalankan segala sesuatu. Namun makna yang sesungguhnya dari filosofi ini bukan berarti mengajarkan untuk selalu lambat, tapi makna yang mendalam dari pepatah ini adalah mengajarkan kita untuk selalu mengutamakan keselamatan.

Sebab setelah keselamatan terjamin barulah kualitas dan kuantitas dapat tercapai. Sebab dengan mengerjakan sesuatu dengan dasar yang jelas dan cara yang selamat, efektif dan efisien maka tujuannya pun dapat tercapai dengan baik.

Prinsip bekerja Alon-alon waton kelakon ini tidak serta merta mengisyaratkan kita untuk bekerja dengan santai dan berleha-leha. Tapi lebih mengisyaratkan kita untuk tidak terburu-buru, tergesa-gesa dan selalu waspada. Ada baiknya untuk selalu menikmati dahulu proses yang sedang dikerjakan. Tidak ada lagi terburu-buru atau tergesa-gesa sampai-sampai bisa merugikan orang lain.

Baca Juga: Mengenal Kearifan Lokal Ureueng Aceh

Baca Juga  Pesona Keindahan Alam Bawah Laut Wakatobi

Alon-Alon Waton Kelakon, Pengingat Dalam Berperilaku

Pepatah Jawa ini, menjadi pengingat untuk kita bahwa dalam bertindak harus sabar. Karena untuk mencapai keberhasilan yang sesungguhnya tidak bisa diraih dengan cara instan. Dibutuhkan waktu yang lama dan harus sabar dalam prosesnya.

Pada masa sekarang ini, kebanyakan orang ingin mendapatkan hasil yang maksimal namun dengan cara instan. Melalui pepatah ini, kita bisa mengambil pelajaran bahwa kita harus pelan-pelan dalam mencapai tujuan. Jika kita pelan-pelan dalam menjalani hidup ini maka akan terbiasa untuk sabar serta merencanakan hidup dengan sebaik-baik. Kemudian menjadi orang yang peduli terhadap orang lain dan lingkungan di sekitarnya.

Namun sekarang ini, Pepatah Jawa tersebut dinilai sudah tidak logis lagi karena identik dengan etos kerja yang lamban. Padahal prinsip ini sebenarnya mengandung makna agar dalam menjalankan segala sesuatu harus penuh dengan pertimbangan. Penting untuk memikirkan dampak yang ditimbukan dari apa yang akan dilakukan. Agar nantinya dalam melaksanakan sesuatu tidak dengan asal-asalan. Dan yang terpenting, hal yang dijalankan dengan penuh pertimbangan dan akal sehat harus memiliki tujuan yang jelas.

Baca Juga  Kesenian Lokal Tari Lengger Asal Banyumas

Artikel Terkait