Pesan Agama Islam untuk Mereka yang Gemar Berkhayal

 Pesan Agama Islam untuk Mereka yang Gemar Berkhayal

Kitapastibisa.id – Pesan Agama Islam untuk Mereka yang Gemar Berkhayal -kpfm

Pesan Agama Islam untuk Mereka yang Gemar Berkhayal – Membayangkan diri bersanding dengan idola kerap dilakukan oleh anak muda-mudi saat ini. Sebutan bagi perangai demikian adalah khayalan. Sedang dalam bahasa modern, anak milenial kerap menyebutnya sebagai halu–singkatan dari halusinasi–atau angan-angan. Lantas, bagaimana hukumnya dalam islam?

Angan-angan dan khayalan dapat menjadi musuh terbesar manusia. Hal tersebut disampaikan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Hadid ayat ke-14,

“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (QS. Al-Hadid:14)

Dalam tafsir An-Nafahat Al-Makkiyah, Syaikh Muhammad bin Shalih asy-Syawi menjelaskan bahwa angan-angan dalam ayat tersebut dapat dimaknai sebagai sebuah keinginan terhadap sesuatu tanpa diikuti perbuatan yang sesuai. Beliau menyebutkan angan-anagan tersebut batil, di mana manusia hanya mengkhayalkan untuk meraih apa yang diraih oleh orang-orang Mukmin padahal kalian tidak yakin.

Khayalan atau berkhayal yang demikian membuat mereka menyia-menyiakan waktu mereka terhadap hal yang tidak penting. Boleh jadi mereka bekerja keras mengejar angan-angan mereka. Namun, bagi mereka yang tidak, mereka hanya bermalas-malasan dan tenggelam dalam harapan kosong mereka.

Baca Juga  Bercanda Menurut Koridor Ajaran Islam

Baca Juga: Hukum Memakan Daging Tupai, Halal atau Haram?

Kisah Seorang Pemuda dan Telur

Alkisah seorang laki-laki yang tengah beristirahat di sebuah tanah lapang, beratapkan pohon rindang. Ia bersandar di batang pohon yang kokoh itu dengan sebutir telur di genggaman tangannya. Setelah terdiam agak lama, lelaki itu menatap telur yang ada di tangannya. Ia menatap benda lonjong itu lekat-lekat dan mulai tenggelam dalam pikirannya sendiri.

“Aku akan rawat telur ini hingga ia jadi ayam. Boleh jantan atau betina, nanti akan aku belikan ia pasangannya,” pikirnya dalam hati. “Setelah sudah ada sepasang, pasti aku akan punya banyak telur! Aku bisa membuat peternakan ayam!”

Ambisi lelaki itu kian kuat. Ia berniat menjadi seoran peternak ayam dari sebuah telur yang ia pegang saat itu.

“Setelah aku kaya dari hasil penjualan telur ayam, aku akan beli sepasang kambing. Akan aku kembangbiakkan hingga banyak!” tambahnya dalam hati. “Aku akan kaya dari hasil peternakan kambing!”

Belum selesai dengan peternakan ayam, lelaki itu sudah menggantungkan harapannya pada peternakan kambing. Tak tanggung-tanggung, ia langsung membayangkan betapa besar penghasilannya sebagai peternak kambing.

Baca Juga  Aktivitas Berkebun di Pekarangan Rumah

“Dari penghasilan itu, aku akan membeli sepasang unta!” ucapnya dalam hati. “Akan aku buka peternakan unta! Pasti hasilnya akan sangat menguntungkan!”

Peternakan ayam, kambing, dan unta yang berawal dari sebutir telur dalam genggaman. Kini, pikirannya sudah kemana-mana.

“Nanti kalau sudah kaya, aku akan beli rumah yang besar. Aku mau menikahi yang paling cantik–” belum selesai harapnya dalam hati, tanpa sadar ia memecahkan telur yang ada di tangannya. Ternyata, ia menggenggam telur itu terlalu kencang, sekencang harapannya terhadap sebutir telur itu.

Pupus sudah impiannya. Telurnya pecah.

Angan-angan yang Dibolehkan dalam Islam

Pesan Agama Islam untuk Mereka yang Gemar Berkhayal
Kitapastibisa.id – Pesan Agama Islam untuk Mereka yang Gemar Berkhayal – Pengusaha muslim

Sebelumnya, telah dikisahkan salah satu bentuk angan-angan yang berlebihan. Menggantungkan harapan yang terlalu besar dan mengharapkan kelebihan yang besar pula tidaklah dibenarkan dalam Islam.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman dalam surat An-Nisa,

“Janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan..” (QS. an-Nisa: 32).

Meski dapat menjadi musuh terbesar manusia, terdapat angan-angan yang dibolehkan, bahkan dianjurkan dalam Islam. Menurut Ustaz Ammi Nur Bait, Dewan Pembina Konsultasisyariah.com, terdapat dua macam angan-angan yang dibolehkan, yakni angan-angan yang ditujukan untuk kepentingan dunia dan angan-angan yang ditujukan untuk kebaikan agama.

Baca Juga  Son Ye Jin Membeli Gedung Mewah Seharga 205 Miliar

Pertama, angan-angan untuk kebaikan dunia hukumnya mubah. Pada dasarnya berkhayal ingin punya peternakan sebagaimana kisah di atas sah-sah saja. Namun, jika tidak dibarengi dengan usaha, dibarengi niat yang buruk, dan disertai harapan yang berlebihan, maka hal itu tidak dibenarkan. Islam tidak menginginkan hambanya sulit sebagaimana harapan itu akan menyulitkan dirinya sendiri.

Kedua, angan-angan yang ditujukan kepada kebaikan agama sangatlah dianjurkan. Hal ini sebagaimana disampaikan dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).” (HR. Bukhari 2817 dan Muslim 1877)

Sebagai umat Islam yang baik, maka kita perlu menjaga pikiran kita dari hal-hal yang negatif. Termasuk dari angan-angan kosong yang kerap menyesak.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *