Permainan yang Mendatangkan Manfaat dalam Islam

 Permainan yang Mendatangkan Manfaat dalam Islam

Kitapastibisa.id – Permainan yang Mendatangkan Manfaat dalam Islam- Kompas

Permainan yang Mendatangkan Manfaat dalam Islam – Islam melarang umatnya untuk membuang-buang waktu dengan melakukan hal yang tidak bermanfaat. Hal ini sesuai dengan ucapan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat,” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Hal-hal yang tidak bermanfaat memiliki banyak bentuk. Boleh jadi ia berbentuk bermalas-malasan atau sebuah permainan yang melalaikan diri dari ibadah. Berbicara soal permainan, Islam pula menjelaskan permainan yang dapat mendatangkan manfaat. Lantas, apa sajakah itu?

Baca Juga: Penjelasan Insomnia dan Cara Mengatasinya dalam Islam

Bermain yang Dianjurkan dalam Islam

Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam sebuah hadis menyebut bahwa setiap perilaku yang tidak diiringi zikir adalah lahwun. Makna dari kata lahwun tersebut adalah hal yang sia-sia. Kata tersebut juga dapat dimaknai sebagai senda-gurau.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga  Apa Itu Kecerdasan yang Sia-Sia?

“setiap hal yang tidak ada dzikir kepada Allah adalah lahwun (kesia-siaan) dan permainan belaka, kecuali empat: candaan suami kepada istrinya, seorang lelaki yang melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang,” (Dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’).

Selain itu, terdapat beberapa bentuk kesia-siaan atau permainan yang mendatangkan manfaat. Lahwun tersebut antara lain candaan suami kepada istrinya, melatih kudanya, latihan memanah, dan mengajarkan renang.

Hadis tersebut juga menyinggung sejumlah olahraga yakni berkuda, memanah dan berenang. Selanjutnya aktivitas tersebut tentu perlu dimaknai secara kontekstual sesuai dengan zamannya.

Mengutip dari ibtimes, seorang dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang menjelaskan makna hadis tersebut. Beliau, Pradana, mengatakan bahwa hadis tersebut menyebutkan metode pengajaran anak sesuai dengan zamannya.

Memanah, berkuda, dan berenang, merupakan upaya orang tua untuk mengajarkan anaknya kemampuan bertahan hidup dan bela diri. Ketiga kemampuan tersebut sangat penting pada zaman dahulu. Yang mana dalam hadis tersebut tidak bisa melulu dipahami secara literal bahwa 3 olahraga itu adalah sunnah.

Baca Juga  Tata Cara dan Rahasia Keutamaan Salat Dhuha

Pradana juga menyebutkan bahwa apa yang disebutkan dalam hadis itu hukumnya mubah dan bukan sunnah. Ia menyimpulkan bahwa manusia dianjurkan untuk berolahraga agar tidak melakukan hal yang sia-sia. Dengan demikian, aktivitas tersebut menjadi sangat bermanfaat lantaran dapat menjauhkan diri dari maksiat.

Artikel Terkait