Permainan Tradisional Museum Anak Kolong Tangga

 Permainan Tradisional Museum Anak Kolong Tangga

Kitapastibisa.id – Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga – Liputan6

Permainan Tradisional Museum Anak Kolong Tangga – Melestarikan budaya dan permainan tradisional anak menjadi sebuah kegiatan emas yang bisa kita lakukan untuk tidak terlupa pada akar budaya kita. Berbagai macam kegiatan dan permainan anak menyimpan banyak nasehat dan cerita tergantung dari mana permainan tersebut berasal.

Seiring berkembangnya teknologi, dan diproduksinya mainan anak secara besar-besaran. Menjadikan tren permainan anak yang memanfaatkan bahan dari alam semakin tergeser dan terlupakan. Bahkan gadget telah menjadi mainan bagi anak secara sadar maupun tidak berkat kepraktisan dalam mpenggunaanya.

Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga atau dahulu bernama Museum Anak Kolong Tangga, merupakan museum mainan pertama dan satu-satunya di Indonesia. Penamaan Museum Kolong Tangga itu sendiri dikarenakan letak bangunannya persis berada di bawah tangga Concer Hall TBY lantai dua. Taman Budaya Yogyakarta (TBY) sendiri terletak di Jalan Sriwedani No. 1, Yogyakarta tepatnya di belakang Taman Pintar (dahulu pusat perbelanjaan).

Baca Juga: Mempersiapkan Diri Selama Musim Pancaroba

Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga

Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga
Kitapastibisa.id – Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga – Kompas

Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga dikelola oleh Yayasan Dunia Damai, yaitu sebuah organisasi sosial non-profit yang bergerak di bidang seni, budaya dan pendidikan alternatif bagi anak-anak. Museum dibuka untuk umum pada tanggal 2 Februari 2008. Salah satu inisiator terbentuknya Museum Kolong Tangga adalah Rudi Corens, seorang seniman yang berasal dari Belgia.

Baca Juga  12 April Hari Lahir Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Pada saat awal berdiri, Rudi Corens menyumbangkan koleksi mainannya kepada Yayasan Dunia Damai. Rudi Corens menginginkan koleksi di Museum Kolong Tangga bisa menjadi gambaran permanen tentang kehidupan anak sehari-hari di masa lampau. Saksi di mana nilai-nilai budaya dan edukasi dari mainan dapat digali kembali. Di Museum anak-anak bisa datang dan mengamati, menanyakan sesuatu, mendapatkan inspirasi, dan termotivasi untuk membuat sesuatu sendiri dengan mengeksplorasi ide-ide mereka.

Kegiatan ini merupakan sebuah kegiatan yang berbasis pada komunitas. Mereka sering membuat acara yang bisa dinikmati dan diakses oleh masyarakat luas. Berfokus pada kebutuhan akan pemenuhan imajinasi dan pengetahuan anak-anak dalam mengenal mainan yang beragam. Juga sebagai wahana pendidikan alternatif bagi anak-anak. Komunitas ini berupaya mempromosikan pendidikan alternatif melalui mainan dan permainan tempo dulu.

Mereka percaya bahwa di dalam mainan dan permainan tempo dulu, dimulai dari penggunaan bahan, proses pembuatan hingga bagaimana cara memainkan mainan tersebut, terkandung nilai-nilai sosial, budaya dan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang anak.

Baca Juga  Ketahanan Pangan Melalui Kebun Tengah Kota Kampung Glintung

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *