Pendidikan Kontekstual Bagi Anak-Anak Papua

 Pendidikan Kontekstual Bagi Anak-Anak Papua

Kitapastibisa.id – Pendidikan Kontekstual Bagi Anak-Anak Papua

Pendidikan Kontekstual Bagi Anak-Anak Papua – Setiap anak, pada fitrahnya selalu memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kemampuan menyerap informasi, dan memiliki kecerdasan yang luar biasa. Apabila mampu didukung dan diwadahi dengan baik dan benar. Lingkungan dan budaya tempat anak tersebut lahir, tumbuh, dan melakukan kegiatan sehari-hari juga menjadi faktor penentu. Anak tersebut akan melihat kesempatan untuk mengembangkan dirinya. Kita selalu termakan oleh narasi besar bahwa Papua itu terbelakang, tradisional, dan tertinggal. Padahal ketika anak-anak tersebut dibawa ke tempat yang berbeda, yang menyediakan lingkungan yang mendukung, ia justru memiliki kemampuan belajar yang cepat dan luar biasa. Terbukti beberapa anak-anak Papua yang mengenyam dan melanjutkan pendidikan hingga ke ibukota mampu menorehkan prestasi bahkan menjadi juara olimpiade internasional.

Alvionita Kogoya
Kitapastibisa.id – Alvionita Kogoya

Alvionita Kogoya

Salah satunya sebut aja Alvionita Kogoya, seorang anak perempuan kelahiran Nduga, Papua, ini mampu menyabet medali perunggu dalam World Mathematics Team Championship (WMTC) tahun 2014 yang digelar di China. Saat itu Alvionita Kogoya masih duduk di bangku SMP, tapi beragam juara lomba matematika tingkat nasional dan internasional dapat diraihnya.

Baca Juga  Mengatasi Lemari Berjamur Dengan Cara Alami
Ayu Prima Millenia Rogi
Kitapastibisa.id – Ayu Prima Millenia Rogi

Ayu Prima Millenia Rogi

Selain Alvionita, ada juga Ayu Prima Millenia Rogi mendapat emas di olimpiade tingkat Asia, bahkan anak ini termasuk jenius karena I-Qnya diatas rata-rata. Ayu dan Nita masuk ke sekolah Prof. Yohannes tahun 2011, di tahun 2015 mereka mendapatkan juara olimpiade. Nita ingin menjadi seorang dokter, setelah menjadi dokter nanti, ia ingin pulang dan kembali ke Papua, mengingat dokter dan Rumah Sakit menjadi hal yang masih jarang dijumpai di Papua. Sedangkan Ayu, bercita-cita ingin jadi penelitin dibidang kelautan dan kemaritiman, dia akan membangun Papua di bidang Maritim dan kelauatan. Ayu dan Nita adalah dua orang anak Papua yang telah melakukan perjalanan dan perjuangan panjang untuk bisa membuktikan dan percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. Hal ini sangat membantu mereka mengenali apa yang dibutuhkan oleh tanah kelahiran mereka tercinta.

Pendidikan Kontekstual Perlu Diperhatikan

Keterbatasan akses pendidikan di Papua menjadi sebuah hal yang perlu diperhatikan dengan sangat hati-hati. Sebagai sebuah upaya, Papua perlu menyediakan guru-guru yang berkompeten untuk mendidik dan mengajar. Mendatangkan guru dari luar daerah Papua bukanlah sebuah solusi yang tepat, karena kondisi Papua yang sangat istimewa. Komunikasi dengan bahasa Indonesia pun cukup sulit jika mendatangkan guru dari luar. Sehingga perlu pelatihan khusus bagi pemuda-pemudi Papua untuk kemudian belajar dan dibimbing agar bisa mengisi kekososngan tenaga pengajar diberbagai pelosok dan daerah Papua. Baik untuk wilayah pesisir maupun pegunungan. Para pengajar akan lebih mampu mengenali kondisi alam, budaya, dan bahasa jika mereka sendirilah yang menjadi pengajar dan guru untuk anak-anak Papua, sehingga pendidikan yang diajarkan bisa mengarah pada pendidikan kontekstual.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *