Obat dari Sifat Sombong Menurut Islam

 Obat dari Sifat Sombong Menurut Islam

Kitapastibisa.id- Obat dari Sifat Sombong – Okezone

Sombong bukanlah perkara biasa. Sedikit saja ia menjangkiti hati seorang muslim, ia tidak akan berjumpa dengan surga. Ini sesuai dengan hadis riwayat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)

Hadis tersebut menjelaskan sebagian makna dari sifat sombong. Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim Imam Nawawi menerangkan bahwa hadis tersebut berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merendahkan mereka, serta menolak kebenaran.

Beliau kemudian merinci sifat sombong tersebut menjadi dua macam. Pertama, sombong terhadap al-haq atau kebenaran. Sombong terhadap kebenaran diwujudkan dalam perilaku ingkar terhadap perintah dan ajaran agama, serta mengabaikannnya. Ini dijelaskan dalam firman Allah,

Baca Juga  Sifat Perusak Masyarakat Menurut Ajaran Islam

“Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai pada mereka tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah kesombongan yang mereka sekali-klai tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. Ghafir:56)

Kedua, sombong kepada manusia yakni sikap meremehkan orang lain dan merasa dirinya lebih tinggi atau lebih baik. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” (H.R. Muslim 2564).

Baca Juga: Sebab Sujud Sahwi dan Cara Melakukannya

Pelipur Kesombongan

Jika ada penyakit, maka ada obatnya. Begitu yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis,

“Semua penyakit ada obatnya. Jika cocok antara penyakit dan obatnya, maka akan sembuh dengan izin Allah.” (HR. Muslim)

Ini tertuang dalam hadis riwayat imam Ibnu Mandah dan imam Abu Nu’aim dari sahabat Aus bin Khauli r.a. Tawadhu disandingkan dengan sombong sebagai lawan dari sifat tersebut. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Baca Juga  Kristen Stewart Bicara Tentang Orientasi Seksualnya

“Siapa yang tawadhu’ karena Allah, maka Allah akan mengangkat (derajat) nya (di dunia dan akhirat), dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.”

Tawadhu adalah sifat pertengahan antara sombong dan melecehkan diri. Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari, Tawadhu adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya. tawadhu juga dapat diartikan sebagai bentuk memuliakan orang yang lebih mulia darinya. Dalam referensi lainnya, tawadhu adalah sikap pertengahan di antara sombong dan merendahkan diri sendiri.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas  pada yang lain.” (HR. Muslim no. 2865).

Sebagai lawan dari sifat sombong, tawadhu merupakan obat menghapus sifat tercela tersebut. Bentuk tawadhu dalam perangai sehari-hari dapat berupa berkasih sayang dengan binatang, menolong sesama, dan tidak berlebihan dalam segala hal.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *