Obat Alternatif Kanker Yang Dikembangkan SMAN 2 Palangkaraya

 Obat Alternatif Kanker Yang Dikembangkan SMAN 2 Palangkaraya

Obat Alternatif Kanker Yang Dikembangkan SMAN 2 Palangkaraya

Obat Alternatif Kanker – Kanker merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia. Ini dikarenakan tingkat kesembuhannya yang kecil dan masih jarangnya ada obat yang mampu membunuh sel berbahaya tersebut. Selain itu, dengan harga obat dan perawatan yang amat tinggi untuk menuju kesembuhan, kanker seperti menjadi momok yang menakutkan untuk semua orang yang terpengaruhi penyakit ini. Namun, hasil penemuan tiga pelajar SMAN 2 Palangkaraya mungkin dapat menjadi jalan keluar dan solusi pengobatan penyakit tersebut.

Penemu Obat Alternatif Kanker

Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani, dibimbing oleh guru biologi mereka. Helita, memulai penelitian mereka setelah Yazid menjelaskan bahwa ada sebuah tumbuhan yang bernama kayu bajakah. Kayu tersebut sering digunakan oleh keluarganya untuk menyembuhkan penyakit termasuk kanker ganas stadium 4. Setelah melakukan penelitian menggunakan dua tikus kecil yang disuntikkan sel kanker selama 50 hari. Salah satu tikusnya yang secara rutin diberikan rebusan air kayu bajakah tetap sehat. Mereka melanjutkan langkah mereka dengan memeriksa jumlah kadar yang ada di kayu bajakah tersebut di Universitas Lambung Mangkurat yang bekerja sama dengan pihak sekolah murid SMAN 2 Palangkaraya ini.

Baca Juga  Brand Fashion Dunia Kompak Membuat APD Gratis

Mereka mendapati bahwasanya kayu bajakah memiliki kadar antioksidan yang amat tinggi dibandingkan tanaman-tanaman lainnya yang dianggap dapat menyembuhkan penyakit kanker. Setelah menemukan hal tersebut, Universitas Lambung Mangkurat membantu murid-murid tersebut dengan mengolah kayu bajakah menjadi serbuk teh sehingga para murid SMAN 2 Palangkaraya tersebut bisa mengikuti perlombaan di Bandung, Youth National Science Fair 2019, yang mana mereka berhasil meraih medali emas. Selain menjuarai tingkat nasional, mereka berhasil meraih peringkat pertama saat mereka mengikuti World Invention Olympics di Korea Selatan.

Setelah memenangi kompetisi tersebut, para murid menjelaskan bahwasanya mereka ingin menyebarkan obat daerah setempat dan juga ingin menyembuhkan penyakit kanker dengan harga yang terjangkau. Namun pada saat ini mereka belum ada rencana untuk menjual-beli hasil penelitian mereka walaupun sudah ada beberapa yang menghubungi mereka.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *