Nyirih, Kebiasaan dalam Budaya Indonesia

 Nyirih, Kebiasaan dalam Budaya Indonesia

Kitapastibisa.id Kebiasaan Nyirih dalam Budaya Indonesia – Chemember

Nyirih atau nginang adalah salah satu kebiasaan tradisional yang menjadi budaya turun temurun sering dilakukan oleh orang-orang tua. Masih banyak daerah pelosok di Indonesia yang sampai saat ini masih mempertahankan kebiasaan ini. Seperti misalnya di daerah pelosok-pelosok Sumatera, Sulawesi, ataupun Indonesia bagian timur seperti Nusa Tenggara Timur hingga Papua. Mereka mempercayai bahwa dengan mengunyah sirih dapat memberikan banyak manfaat, seperti misalnya memelihara kesehatan gigi dan mulut. Pada dasarnya, sirih berfungsi sebagai antiseptik yang bisa menekan tumbuhnya bakteri atau jamur.

Tradisi mengkonsumsi sirih dan pinang diketahui telah dimulai sejak zaman neolitikum, yaitu sekitar 3.000 tahun yang lalu, pada masyarakat Asia Tenggara. Hal ini tercermin dari hadirnya tradisi nyirih dalam hampir semua ritual. Mulai dari kelahiran, inisiasi kedewasaan, perkawinan, hingga kematian serta penyembuhan dan ritual persembahan kepada roh leluhur. Tradisi nyirih di Nusantara juga tergambar dalam salah satu relief di Candi Borobudur dan Candi Sojiwan yang memperlihatkan tempat sirih dan tempat meludah serta pahatan orang mengunyah di sampingnya.

Baca Juga  Jenis Cacing yang Berbahaya bagi Kesehatan

Baca Juga: Tengkleng Makanan Khas dari Solo

Dipercaya merupakan kebiasaan yang baik

Kebiasaan Nyirih dalam Budaya Indonesia
Kitapastibisa.id – Nyirih, Kebiasaan dalam Budaya Indonesia – Kompas

Nyirih memang dipercaya nyirih baik untuk kesehatan gigi. Dimana dapat membantu mengindari penyakit karies gigi dan gigi berlubang karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies gigi. Selain itu kandungan dari biji pinang diketahui dapat merangsang tubuh memproduksi hormon adrenalin. Sehingga dapat membuat tubuh menjadi lebih segar, berenergi dan meningkatkan konsentrasi.

Ada tiga unsur utama nyirih, yakni pinang, daun sirih, serta kapur sirih. Namun dalam perjalanannya gambir dan tembakau juga menjadi bahan tambahannya. Campuran-campuran lain inilah yang ternyata mempunyai efek samping. Campuran sirih, pinang, kapur, dan tembakau ternyata memiliki sifat karsinogenik yang bisa memicu kanker mulut. Selain itu sifat karsinogenik juga dapat menyebabkan kanker esofagus atau kerongkongan, kanker laring, dan kanker pipi.

Kebiasaan nyirih ini bisa membahayakan kesehatan karena penggunaan kapur. Sirih adalah daun yang memiliki efek terapi tinggi yang bisa mempercepat penyembuhan luka dan anti bakterinya mencegah infeksi. Tapi masalahnya penggunaan kapur justru berbahaya. Sebab mengunyah kapur akan membuat sel-sel di mulut mati hingga menarik air, sehingga tubuh menjadi kekurangan cairan. Sel mati kemudian dapat menyebabkan tumor yang berujung kanker. Untuk itu ada baiknya menjaga mulut tetap sehat, dengan menghindari bahan karsinogenik seperti kapur saat nyirih.

Baca Juga  Filosofi Mendalan Dibalik Rumah Adat Suku Huaulu

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *