Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul

 Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul

Kitapastibisa.id – Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul – Antara

Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul – Warna-warni hunian rumah warga pada pekarangan rumah Indonesia merupakan keunikan Nusantara. Kampung Jodipan Malang, misalnya. Ia memiliki lanskap pemukiman tradisional dengan warna-warni mencolok ala masyarakat modern. Sontak, ini menarik perhatian warga.

Jakarta sendiri menerapakan konsep tersebut pada Kampung Penas Tanggul. Jika warna-warni Kampung Jodipan bermakna visual, kampung kecil yang terletak pada Kawasan Cipinang Besar ini berbeda. Warna Penas Tanggul memaknainya secara filosofis dan visual.

Nama ‘warna-warni’ yang melekat pada Penas Tanggul berasal dari warganya. Terdapat kisah yang hingga warga internasional pun berdatangan untuk mendengarnya secara langsung. Nobby Sail Andi, adalah salah seorang pelopor kearifan Kampung Penas Tanggul.

Baca Juga: Odading Mang Oleh, Camilan Viral Khas Kota Bandung

Perjuangan Melawan Kekumuhan oleh Warga Penas Tanggul

Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul
Kitapastibisa.id – Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul – Kompas

“Tujuannya, kita mau melakukan penataan kampung. Jadi kita mau tata kampung ini dengan menghilangkan stigma bahwa, ini kan kampung di bantaran kali, kita mau hilangkan stigma kumuh, dari kawasan bantaran kali. Bahwa di sini bisa lebih bersih, bisa lebih tertata, padahal swadaya masyarakat,” tutur Nobby Sail, pegiat Kampung Warna-warni.

Nobby adalah warga Penas Tanggul. Pemuda berumur 26 tahun ini berhasil membuktikan pada dunia bahwa tidak ada alasan untuk tidak berkontribusi pada lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga  Nester Alaha Keni Gadis Bersuara Emas dari Timur

Pemugaran Kampung Penas Tanggul

Penas Tanggul merupakan kampung yang terbilang kecil. Ia lebih mirip sebuah gang di bantaran kali yang diapit oleh gedung besar khas kota Jakarta. Sudah menjadi pandangan umum bahwa pemukiman bantaran kali merupakan wilayah yang kumuh. Sungai coklat yang penuh sampah dan rumah kayu yang usang tidak pernah lepas dari benak khalayak kota.

Namun, warga Penas Tanggul punya mimpi untuk menjadikan tempat tinggalnya sebagai oase Ibu Kota. Tahun 2017, impian mereka terwujud. Pagar bambu yang membatasi pemukiman dan sungai kini menjadi pagar besi. Jalan kampung yang tidak rata kini menjadi jalan beton yang tertata dengan apik. Tidak ada lagi sampah berserakan dan rumah kayu yang usang.

“Di sini warga rutin buang sampahnya diambil setiap hari, warga iuran setiap bulan, 1 rumah itu 15 ribu rupiah. Bisa terkumpul sampai 1 juta setengah untuk bayar mengangkut sampahnya. Ya kan? Akhirnya ya sudah ada tempatnya, sudah bayar, sudah ditarikin, masa masih mau buang di kali, kan pasti akan berkurang, ya. Bahkan hilang. Warga enggak ada lagi yang buang di kali,” tutur Nobby.

Baca Juga  Guling, Bantal Populer Masyarakat Indonesia

Menyusuri Penas Tangguh, mata pengunjung akan menemukan warna-warni semangat warganya. Itu terlihat dari kampanye hidup sehat dan menjaga lingkungan dalam bentuk mural. Mural itu bukan sembarang pesan. Itu adalah monumen keberhasilan warga Kampung Penas Tanggul yang berhasil lepas dari rokok.

Warna-warni Warga Kampung Penas Tanggul yang Bebas dari Asap Rokok

Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul
Kitapastibisa.id – Nobby Sail dan Kisah Menghapus Stigma Kampung Penas Tanggul – Tribun

Bukan hal yang mudah untuk mengajak masyarakat untuk berubah. Terutama ihwal kebiasaan merokok. Nobby harus memberlakukan pembatasan wilayah merokok secara bertahap. Mulai dari rumah, area merokok, hingga tidak sama sekali.

“Mungkin kita kasih tahapan-tahapan. Karena kalau tidak dipaksakan ada aturan, ya enggak bisa berhenti, jadi harus ada tahapan-tahapannya. Misalkan, tidak merokok dulu dalam rumah, habis dalam rumah nanti kita beri smoking area, baru dari smoking area-nya, misalkan ada 3 smoking area, baru kita kurangi. Baru kampung ini bebas dari rokok. Penerapan itu yang mau kita tetapkan. Jadi bertahap untuk si perokok. Jadi mereka mau untuk berhenti merokok,” paparnya.

Menurut Nobby, komitmen masyarakat merupakan aspek penting keberhasilan Kampung Penas Tanggul. Kerja samanya dengan warga dan dirinya terbukti berhasil mengentaskan jumlah perokok di kampungnya.

Baca Juga  Membangun Indonesia dari Papua, Sebuah Cita-Cita Billy Membrasar

“Kalau kita enggak coba sedikit demi sedikit, kalau kita kalah, ya semakin jadi sama perokoknya. Tapi karena warga juga banyak, terutama ibu-ibu sih. Ibu-ibu itu banyak sekali yang mendukung masalah rokok. Jadi, saya merasa, kalau kita berhentikan, ya. Jadi saya sebenarnya mau ada regenerasi kepengurusan dan tim penggerak ini, agar anak-anak mudanya bisa ada lagi, ada lagi, untuk meneruskan cita-cita masyarakat di sini,” tuturnya.

Penghargaan Bagi Kampung Penas Tanggul

Terbukti, pada tahun 2018 Kampung Penas Tanggul berhasil memperoleh penghargaan dari Komnas Pengendalian Tembakau. Kampung menjadi Agen Perubahan dalam kategori Pengendalian Tembakau.

Meski Nobby dikenal sebagai pioner kampung sehat, namun ia tidak ingin dikatakan demikian. Seluruh capaian Kampung Penas Tanggul adalah hasil warga, bukan darinya.

“Enggak mau, ya enggak akan kebangun. Tapi karena warga saat itu serentak bilang mau, ya akhirnya bisa berjalan. Intinya itu, sih. Jadi warga ini selaku inisiatornya, karena bilang mereka punya keinginan bersama, ya akhirnya bisa kebangun. Intinya itu. Mau dari mana pun, kalau warganya enggak mau, ya enggak bakal bisa. Intinya itu,” tutupnya.

Artikel Terkait