NH Dini yang menjadi Google Doodle 29 Februari

 NH Dini yang menjadi Google Doodle 29 Februari

beritapapua.id – NH Dini yang menjadi Google Doodle 29 Februari – pijarpsikologi.org

NH Dini adalah sastrawan Indonesia yang diabadikan dalam Google Doodle 29 Februari hari ini, bertepatan dengan ulang tahun NH Dini yang ke-84. Ilustrasi NH Dini di Google Doodle hari ini dibuat oleh seniman asal Jakarta, Kathrin Honesta.

“Sastra sebenarnya adalah makanan bergizi untuk jiwa dan pikiran manusia. Ini adalah fondasi dasar kemanusiaan, cerminan masyarakat, realitas, pengetahuan, dan kebijaksanaan,” kata NH Dini.

Dini dilahirkan dari pasangan RM. Saljowidjojo, seorang pegawai Perusahaan Jawatan Kereta Api dan Kusaminah. Ia anak bungsu dari lima bersaudara, ulang tahunnya dirayakan empat tahun sekali. Masa kecilnya penuh larangan. Ditilik dari silsilah keluarganya, Nh. Dini masih berdarah Bugis.

Baca Juga: Mencintai Seni dan Tradisi Indonesia Bersama Iman Soleh

Awal Ketertarikannya dengan Dunia Sastra

Dini mengaku mulai tertarik menulis sejak kelas tiga SD. Buku-buku pelajarannya penuh dengan tulisan yang merupakan ungkapan pikiran dan perasaannya sendiri. Ia sendiri mengakui bahwa tulisan itu semacam pelampiasan hati. Ibu Dini, yang harus bekerja keras sebagai buruh batik setelah kematian suaminya, selalu bercerita padanya tentang apa yang diketahui dan dibacanya dari bacaan Panji Wulung, Panjebar Semangat, Tembang-tembang Jawa dengan Aksara Jawa dan sebagainya. Baginya, sang ibu mempunyai pengaruh yang besar dalam membentuk watak dan pemahamannya akan lingkungan.

Baca Juga  Mengenal Perempuan Intelektual Pertama Lasminingrat

Sekalipun sejak kecil kebiasaan bercerita sudah ditanamkan, sebagaimana yang dilakukan ibunya kepadanya, ternyata Dini tidak ingin jadi tukang cerita. la malah bercita-cita jadi sopir lokomotif atau masinis. Tapi ia tak kesampaian mewujudkan obsesinya itu hanya karena tidak menemukan sekolah bagi calon masinis kereta api.

Kalau pada akhirnya ia menjadi penulis, itu karena ia memang suka cerita, suka membaca dan kadang-kadang ingin tahu kemampuannya. Misalnya sehabis membaca sebuah karya, biasanya dia berpikir jika hanya begini saya pun mampu membuatnya. Dalam kenyataannya ia memang mampu dengan dukungan teknik menulis yang dikuasainya.

Pada 1950-an, ketika Dini bekerja sebagai pramugari untuk sebuah maskapai penerbangan Indonesia, ia bertemu suaminya, seorang konsul Perancis untuk Jepang. Sepanjang pernikahan mereka, keduanya berpindah dari satu negara ke negara lain. NH Dini sempat tinggal di Kamboja, Jepang, Perancis, Filipina, dan AS.

Terinspirasi oleh perjalanan tersebut dan pengejaran tanpa henti untuk hak-hak perempuan, Dini mengabdikan hidupnya untuk menulis dan menerbitkan lusinan novel, cerita pendek, dan puisi selama 60 tahun berkarya. Melalui karya-karya seperti Pada Sebuah Kapal (1985), dan Namaku Hiroko (1986), fiksi Dini terus memberdayakan perempuan hingga hari ini.

Baca Juga  Winarko, Difabel Asal Jawa Timur yang Ciptakan Lapangan Pekerjaan

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *