Nasi Tumpeng dan Cerita Di Baliknya

 Nasi Tumpeng dan Cerita Di Baliknya

kitapastibisa.id – Cerita Di Balik Nasi Tumpeng – Good News From Indonesia

Pada mulanya, tumpeng digunakan masyarakat Jawa dan sekitarnya (termasuk Madura dan Bali), untuk membuat persembahan kepada gunung-gunung sebagai bentuk tanda penghormatan bahwa ada leluhur yang mendiami gunung-gunung tersebut. Hal ini terjadi sejak lama, jauh sebelum agama masuk ke Nusantara.

Umumnya nasi tumpeng merupakan makanan berupa nasi kuning yang gurih, kemudian dibentuk menjadi kerucut hingga membentuk seperti Gunung dengan ujung yang lancip. Warna kuning pada nasi tumpeng berasal dari kunyit yang merupakan pewarna makanan alami dan sangat aman dikonsumsi. Nasi tumpeng yang sudah diberi bumbu juga memiliki aroma dan rasa yang lezat sekaligus gurih.

Setelah Islam masuk ke Nusantara, pembuatan tumpeng kembali disesuaikan dengan kaidah Islam, dan kemudian menjadi tumpeng yang kita kenal hingga sekarang. Biasa digunakan untuk perayaan tertentu seperti syukuran, kenduri, dan sebagainya.

Biasanya, nasi tumpeng disajikan dengan dikelilingi lauk-pauk berjumlah 7 macam. Dimana angka 7 dalam bahasa Jawa berarti pitu, artinya pitulungan (pertolongan). Bukan hanya sekedar sebagai hidangan, penyajian nasi tumpeng beserta lauk pelengkapnya juga memiliki filosofi dan makna tersendiri.

Baca Juga  Kenali Manfaat Teh yang Baik untuk Tubuh

Baca Juga: Kisah Inspiratif Ahmad Sahroni, Crazy Rich Tanjung Priok

Sangkan Paraning Dumadi

Dalam konsep Jawa dikenal ungkapan ‘sangkan paraning dumadi’ (tahu dari mana dan akan kemana segala makhluk), ‘mulih ing mulanira’ (kembali ke asalanya). Agar kembali ke Tuhan atau kaitannya dengan konsep surga dan neraka, manusia harus berbuat baik dan berhati-hati dalam hidup di dunia yang penuh karut marut seperti lambang dari lauk pauk nasi tumpeng,” kata Dr Ari yang mengajar Sastra Jawa di Universitas Indonesia.

Lauk yang biasa disajikan dengan nasi tumpeng adalah ayam, telur, serondeng, tempe kering, sambal goreng, perkedel, dan bisa juga urap-urap. Di zaman sekarang nasi tumpeng di sajikan lebih modern, tidak terpaku dengan bentuk seperti gunung saja. Ada yang membuat nasi tumpeng dengan bentuk susunan kue, agar lebih menarik dan beragam.

Setiap daerah di Indonesia memang memiliki cita rasa masakan yang berbeda-beda. Hal inilah yang membuat masakan atau makanan di Indonesia ini terasa lebih nikmat. Masakan Indonesia cenderung dengan kekayaan rempahnya yang sudah jelas tentunya akan menambah kenikamtan pada setiap masakannya.

Baca Juga  Empal Gentong Hidangan Khas Cirebon

Bagi kamu yang mungkin belum pernah mengetahui arti filosofis dari nasi tumpeng ini, semoga informasinya bermanfaat.

Artikel Terkait

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *