Mutiara Hitam, Sepak Bola Adalah DNA Papua

 Mutiara Hitam, Sepak Bola Adalah DNA Papua

Kitapastibisa.id – Mutiara Hitam, Sepak Bola Adalah DNA Papua

Mutiara Hitam terus bermunculan dari tanah timur Papua. Dalam ilmu alam khususnya di bidang fisika banyak muncul anak-anak cemerlang yang kemudian berhasil membawa Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam kejuaran olimpiade baik fisika dan matematika. Kepercayaan dan kesempatan yang diberikan oleh Yohanes surya telah membuktikan kekuatan Papua yang sebenarnya. Tidak hanya dalam bisang tersebut, dalam dunia olahraga dan sepak bola, Papua seakan menegaskan ketangguhan dirinya. Banyak sekali pemain muda sepakbola Indonesia satu persatu muncul ke permukaan. Berlaga dalam banyak pertandingan lokal, hingga kemudian nasional, bahkan banyak yang kemudian menjadi punggawa tim nasional Indonesia.

Mutiara Hitam Julukan Untuk Sepak Bola Papua

Tahun ke tahun nama-nama anak muda Papua terus lahir, dan memulai perjalanan mereka. Banyak diantaranya memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah. Sekolah tidak menjadi satu-satunya tempat di mana mereka bisa merasa aman untuk bermimpi, dan mencurahkan segala kesungguhan mereka. Tidak hanya anak laki-laki yang menyenangi olahraga ini, anak perempuan dan para orangtua pun sangat mencintai sepak bola. Kekuatan dan kelincahan kaki serta gerak anak-anak tersebut menjadi semacam DNA yang telah bersemayam dalam tubuh mereka sejak lahir.

Baca Juga  Belum Lama Wafat, Harta Diego Maradona Sudah Menjadi Rebutan

Baca juga: Sherina Fernanda, Predikat Magna Cum Laude Dari Keseimbangan Hidup

Sebagai anak alam, bocah-bocah Papua memiliki kaki yang kuat, naluri menyerang dan bertahan terasah sebagaimana hidup mereka yang ditempa oleh alam. Di lapangan Limalas, Boaz Solossa pernah menunjukkan naluri menyerangnya saat awal mula karir sepak bolanya, begitu juga dengan Titus Bonai. Dua nama itu adalah legenda dalam anak-anak Papua.

Sepak bola juga menjadi sebuah harapan dan jalan untuk membuka pintu lainnya. Melalui sepak bola anak-anak belajar bagaimana perlu dan pentingnya bekerja keras, menjadi manusia baik dengan sesame, dan membentuk kerja sama yang solid antara banyak pihak. Bukan satu, dua, atau bahkan 11 orang yang terlibat di lapangan. Tetapi ada dukungan pelatih, keluarga, orang-orang terdekat, masyarakat, dan pemerintah di dalamnya.

Sepak bola juga mengajarkan tentang Kemanusiaan, persaudaraan, kebersamaan, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, menolak miras, mencegah HIV/AIDS, menyebarkan nilai sportifitas dan nilai-nilai positif kehidupan jauh lebih diperlukan.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *