Mustajabnya Doa Orang Tua Pada Anaknya

 Mustajabnya Doa Orang Tua Pada Anaknya

Kitapastibisa.id – Mustajabnya Doa Orang Tua Pada Anaknya – Ruangmuslimah

Mustajabnya Doa Orang Tua Pada Anaknya – Hubungan orang tua dan anak adalah sebuah ikatan yang merupakan hadiah. Yang disertai dengan tanggung jawab yang besar baik bagi anak dan orang tua. Bahwa banyak sekali hal-hal yang saling akan mempengaruhi hubungan keduanya di hadapan Sang Pencipta.

Diantara doa yang mustajab adalah yang diucapkan oleh orang tua untuk anaknya. Baik itu doa kebaikan maupun doa keburukan.

Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

ثلاثُ دَعَواتٍ لا تُرَدُّ : دعوةُ الوالدِ ، و دعوةُ الصائمِ ، و دعوةُ المسافرِ

Ada tiga doa yang tidak tertolak: [1] doa orang tua (kepada anaknya) [2] orang orang yang berpuasa [3] doa orang yang sedang safar” (HR. Al Baihaqi dalam Sunan-nya no. 6619, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah).

Baca Juga: Janji Adalah Hutang atau Hutang Adalah Janji?

Mustajab Lain tentang Doa Ibu

Dalam riwayat lain :

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ : دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِه

Baca Juga  Yang Kamu Harus Tahu Soal Shio Kerbau di Tahun 2021

Ada tiga doa yang mustajab tanpa diragukan lagi: [1] doa orang yang terzalimi [2] doa orang yang sedang safar [3] doa orang tua kepada anaknya” (HR. At Tirmidzi no. 1905, dihasankan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Hadits ini menunjukkan doa orang tua kepada anaknya itu mustajab. Baik doa ayah maupun doa ibu. Namun doa ibu lebih mustajab lagi. Al Munawi rahimahullah menjelaskan:

( ودعوة الوالد لولده ) لأنه صحيح الشفقة عليه ، كثير الإيثار له على نفسه ، فلما صحت شفقته : استجيبت دعوته ، ولم يذكر الوالدة مع أن آكدية حقها تؤذن بأقربية دعائها إلى الإجابة من الوالد ؛ لأنه معلوم بالأولى

“[Doa orang tua kepada anaknya] diijabah karena rasa sayang orang tua yang tulus kepada anaknya, dan orang tua banyak mendahulukan anaknya daripada dirinya sendiri. Sehingga kita doa disertai rasa sayang yang tulus, mengakibatkan dikabulkan doanya.

Dalam hadits ini tidak disebutkan lafadz “al walidah” (ibu) padahal ibu lebih ditekankan lagi haknya dan lebih besar kemungkinan dikabulkan doanya daripada ayah, ini dikarena keutamaan ibu sudah ma’lum (diketahui semua orang)” (Faidhul Qadir, 3/301).

Baca Juga  Balasan Bagi Orang yang Bersedekah di Kala Sempit

Artikel Terkait

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *