Mudah Bosan Termasuk Akhlak yang Buruk

 Mudah Bosan Termasuk Akhlak yang Buruk

Kitapastibisa.id – Mudah Bosan Termasuk Akhlak yang Buruk – Umma

Mudah Bosan Termasuk Akhlak yang Buruk – Apakah Anda termasuk satu di antara orang yang cepat bosan? Sepintas, bosan merupakan hal yang wajar. Bukan barang aneh jika rasa bosan mendera kala melakukan rutinitas yang sama terus-menerus. Tak terkecuali ihwal ibadah.

Perasaan malas dan bosan adalah hal yang wajar. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Akan tetapi aku tidur dan aku shalat malam. Aku pun puasa, namun ada waktu bagiku untuk tidak berpuasa. Siapa yang mencontohiku, maka ia termasuk golonganku. Siapa yang benci terhadap ajaranku, maka ia bukan termasuk golonganku. Setiap amal itu ada masa semangat dan ada masa malasnya. Siapa yang rasa malasnya malah menjerumuskan pada bid’ah, maka ia sungguh telah sesat. Namun siapa yang rasa malasnya masih di atas ajaran Rasul, maka dialah yang mendapat petunjuk.” (HR. Ahmad 5: 409).

Malas dan bosan memang beda tipis. Malas merupakan perasaan enggan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan bosan merupakan rasa yang timbul lantaran teralu sering melakukan suatu hal. Keduanya adalah hal yang wajar, namun dalam satu kondisi baik malas dan bosan merupakan akhlak yang buruk.

Baca Juga  Meneladani Perilaku dan Akhlak Rasulullah SAW

Perihal perasaan malas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

“Ingatlah setiap amalan itu ada masa semangatnya. Siapa yang semangatnya dalam koridor ajaranku, maka ia sungguh beruntung. Namun siapa yang sampai futur (malas) hingga keluar dari ajaranku, maka dialah yang binasa.” (HR. Ahmad 2: 188. Sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim, demikian kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Baca Juga: Hukum Berburuk Sangka Kepada Allah

Jangan Cepat Bosan

‘Amr bin al-‘Aash radhiallahu ‘anhu berkata

“Aku tidaklah bosan kepada bajuku selama masih cocok buatku, dan aku tidaklah bosan kepada istriku selama ia masih baik mempergauliku, dan aku tidaklah bosan terhadap tungganganku selama masih memikulku, sesungguhnya bosenan termasuk akhlak yang buruk.” (Tahdziibul Kamaal 22/81, Siyar A’laam An-Nubalaa 3/57, Taarikh Dimasyq 46/183)

Terlalu cepat bosan adalah contoh dari akhlak yang buruk. Salah satu contohnya disebutkan dalam hadis oleh Amr bin al-‘Aash radhiallahu ‘anhu di atas. Konteks terlalu cepat bosan ialah pada apa yang ada di dalam diri kita. Hal itu boleh jadi dalam bentuk materi atau non-materi.

Baca Juga  Riwayat Saad bin Abi Waqqash: Doa yang Semanjur Panahnya

Mengapa terlalu cepat bosan merupakan akhlak yang buruk? Cepat bosan dekat dengan sifat tidak bersyukur. Bayangkan, jika kita terlampau cepat dengan barang yang kita pakai, apakah tidak mubazir membeli barang dengan fungsi yang sama namun hanya berbeda model? Allah ta’ala berfirman,

“Dan Dia telah memberimu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu sangat lalim dan banyak mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34).

Padahal, Allah menjanjikan hamba-Nya rezeki yang melimpah jika ia bersyukur dengan apa yang sedikit. Sebagaimana firman Allah,

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Oleh karenanya, belajarlah untuk memahami apa yang butuh dan apa yang tidak. Rasa bosan boleh jadi muncul lantaran nafsu yang tidak terkontrol. Nafsu untuk memiliki sesuatu tanpa bersyukur..

Artikel Terkait